FAS (Forum Arek Singgahan) Information Center, adalah wadah kebersamaan generasi desa yang berkomitmen membangun Desa Sanankerto - Kec. Turen - Kab. Malang, menjadi desa cerdas, terbuka, dan berdaya saing global melalui pendidikan, informasi, jejaring, dan penguatan sumber daya manusia, dengan semangat gotong royong serta kearifan lokal yang berakar pada identitas desa bambu.
FAS Information Center
Visi Misi dan Program Kerja FAS
Visi FAS:
Desa Cerdas, Terbuka, dan Berwawasan Global.
FAS Information Center
Misi FAS:
Membuka akses informasi pendidikan dan kerja
Menguatkan kemampuan bahasa asing
Membangun jejaring dan peluang global
Meningkatkan kualitas SDM desa secara berkelanjutan
FAS Information Center
Rumusan Program Kerja FAS Information Center
A. Program Akses Informasi Pendidikan & Kerja
Informasi Beasiswa & Kuliah: Update info beasiswa dalam dan luar negeri, Pendampingan pendaftaran
Klinik Karier & CV: Pelatihan membuat CV dan surat lamaran, Simulasi wawancara kerja
Info Lowongan Kerja Terupdate: Kerjasama dengan perusahaan lokal, Grup WA / Telegram informasi kerja
Seminar Edukasi Bulanan: Tema: Kampus, Karier, Digital Skill, Wirausaha
FAS Information Center
B. Program Penguatan Bahasa Asing
Kelas Bahasa Desa. (Inggris, Mandarin, Jepang) : Beginner – Intermediate, Speaking practice weekly
English Speaking Club: Diskusi santai tiap minggu, Public speaking practice
Pelatihan TOEFL / IELTS Dasar: Untuk persiapan beasiswa / kerja
Program Volunteer Native / Praktisi : Mengundang relawan bahasa (offline/online)
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, desa tidak lagi cukup hanya menjadi ruang tinggal dan aktivitas ekonomi tradisional.
FAS Sanankerto Turen Malang
Desa dituntut menjadi ruang tumbuh pengetahuan, keterampilan, dan peluang bagi warga. Salah satu upaya strategis mulai dirintis di Desa Sanankerto Kec. Turen. Kabupaten Malang, melalui Forum Arek Singgahan (FAS) Adalah, pendirian Information Center sebagai pusat layanan informasi terpadu bagi masyarakat.
FAS Sanankerto Turen Malang
FAS Information Center adalah pusat informasi, berfungsi sebagai tempat pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran informasi yang dibutuhkan masyarakat secara terbuka, mudah diakses, dan berkelanjutan.
FAS Sanankerto Turen Malang
Informasi yang disediakan tidak hanya bersifat umum, tetapi juga strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
FAS Sanankerto Turen Malang
FAS Information Center berwawasan global berarti pusat informasi desa yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga membuka akses terhadap informasi pendidikan, bahasa, kerja, dan jejaring yang bersifat nasional hingga internasional. Dengan demikian, desa tetap berpijak pada nilai lokal, namun memiliki pandangan dan kesiapan global.
Saya memulai perjalanan sebagai guru puluhan tahun lalu, di sebuah SMP Negeri, di Kab. Malang, dengan mata pelajaran Seni Budaya, dengan satu keyakinan sederhana, yaitu ingin bermanfaat.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Saat itu saya belum sepenuhnya memahami bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar mata pelajaran seni budaya, tetapi tentang menyertai perjalanan hidup anak-anak yang kelak tumbuh dengan jalannya masing-masing.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di ruang kelas, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang kurikulum, tetapi tentang kehidupan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Setiap siswa hadir dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang penuh canda. Ada yang percaya diri, ada pula yang ragu pada kemampuannya sendiri. Tugas saya bukan membandingkan, melainkan menemani dan menumbuhkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sebagai guru seni budaya, saya melihat siswa tidak semata dari nilai angka. Saya melihat mereka dari keberanian mengekspresikan diri, dari goresan gambar, gerak tari, irama lagu, dan rasa yang mereka tuangkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di sanalah saya percaya, seni bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan untuk mengenal diri dan menghargai orang lain
Gunung Bromo selalu punya cara untuk membuat wisatawan berkali-kali berkunjung ke Bromo. Namun, ada yang berbeda. Jika biasanya hanya fokus pada kawah Bromo, kali ini perjalanan melalui Desa Ngadisari, Probolinggo, memberikan narasi baru tentang bagaimana pariwisata dikelola dengan hati, tradisi, dan inovasi.
Jalur Probolinggo menuju Ngadisari secara historis adalah jalur tertua dan paling nyaman. Keunggulannya kini semakin nyata:
Jalanan aspal yang mulus dan lebar memudahkan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
Medan relatif lebih bersahabat dibanding jalur lain, menjadikannya favorit bagi wisatawan keluarga.
Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat terasa, bukan hanya pemandu, tapi penjaga ekosistem pariwisata yang ramah dan terorganisir.
Desa Ngadisari, Desa di Atas Awan
Memasuki Ngadisari, Anda tidak hanya disambut udara dingin, tapi juga kehangatan senyum penduduk. Desa ini adalah rumah bagi Suku Tengger yang memegang teguh adat istiadat.
Desa Ngadisari, tertata rapi, bersih, dan sangat estetik untuk diabadikan dalam lensa kamera.
Kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam menjadi daya tarik tersendiri. Melihat warga mengenakan sarung khas Tengger adalah pemandangan yang memberikan kedamaian instan.
Daya Tarik yang Tak Pernah Padam
Bromo melalui pintu Ngadisari menawarkan keindahan visual:
Penanjakan & Kingkong Hill: Lokasi terbaik mengejar sunrise (matahari terbit) yang legendaris.
Lautan Pasir (Kaldera): Hamparan pasir luas yang membuat merasa berada di planet lain.
Pura Luhur Poten: Simbol spiritualitas di tengah kemegahan alam.
Kebangkitan Kuliner & Ekonomi Kreatif
Salah satu perkembangan paling menarik adalah menjamurnya pusat kuliner. Kini, Bromo bukan hanya soal pemandangan, tapi juga rasa:
Bermunculan kedai kopi modern dengan desain minimalis yang menghadap langsung ke lembah.
Transformasi Ngadisari adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, warga melalui Pokdarwis, dan kesadaran menjaga alam bisa menciptakan destinasi kelas dunia yang tetap membumi.
Pasar ini menjadi wadah bagi UMKM lokal mempromosikan berbagai produk makanan khas, jajanan tempo dulu, serta kerajinan masyarakat.
Suasana dibuat sederhana, alami, dengan dan penuh kehangatan sehingga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dari pasar modern.
Pasar Rakyat Boonpring Malang
Suasana Alami di Tengah Hutan Bambu
Salah satu keistimewaan pasar rakyat Boonpring adalah lokasinya berada di bagian kawasan wisata dan dikelilingi rimbunnya hutan bambu.
Suasana teduh, hembusan angin berdesir melewati batang bambu, serta cahaya matahari yang masuk menciptakan atmosfer ketenangan.
Pasar Rakyat Boonpring Malang
Berjalan menuju pasar ini seperti memasuki ruang alami yang sejuk. Inilah daya tarik terbesar Boonpring, sebagai perpaduan kuliner tradisional dengan keindahan alam yang masih asli.
PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) adalah organisasi masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga melalui program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
PKK hadir di tingkat desa hingga RT dengan melibatkan ibu-ibu sebagai motor penggerak utama dalam membangun kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
Kampung Bersinar (Bersih, Indah, dan Ramah) adalah program/lomba tingkat RT dan RW yang digagas Pemerintah Kota Malang dalam mendorong pembangunan kampung secara partisipatif.
Program Kampung bersinar Kebonsari Malang
Program ini menjadi wadah bagi warga dalam menunjukkan kreativitas, kebersamaan, dan kemampuan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan kampung bersinar, juga dilaksanakan pada RW.04. RT. 11. Perumahan Garaya Permai Kelurahan Kebonsari, Kec, sukun Kota Malang.
Dan telah dilakukan penilaian oleh Tim verifikasi dari Pemerintah Kota Malang, pada tanggal 21 Oktober 2025.
Program Kampung bersinar Kebonsari Malang
Kampung Bersinar adalah ajang penilaian dan pembinaan kampung yang berfokus pada kebersihan, keindahan, keamanan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, serta kualitas lingkungan hidup.
Dengan suasana alam bambu yang asri, ditambah kreativitas masyarakat lokal, ICCF di Boonpring menghadirkan perpaduan antara tradisi, budaya, dan ekonomi kreatif yang hidup dan penuh warna.
Acara ini menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti festival band, pemilihan Joko Roro Cilik, pasar rakyat, serta festival tari Topeng Malangan yang menjadi ikon budaya Malang. Semua kegiatan bukan sekedar hiburan, namun menunjukkan potensi besar Boonpring sebagai desa wisata kreatif.
Topeng malangan boonpring
Pengertian ICCF
Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), sebuah festival nasional yang digagas oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Festival ini menjadi wadah pertemuan, pameran karya, kolaborasi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif dari berbagai kota dan daerah di Indonesia.
Topeng malangan boonpring
Topeng malangan boonpring
ICCF tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan forum diskusi, pameran produk UMKM, penampilan komunitas kreatif, serta pengembangan jejaring antar pelaku ekonomi kreatif.
Pasar Rakyat Boonpring
Tujuan utama ICCF adalah memperkuat ekosistem kota/kabupaten kreatif di Indonesia agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pasar Rakyat Boonpring
Tujuan ICCF
Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal dan nasional
Mempromosikan potensi budaya dan pariwisata daerah
Membangun kolaborasi antar pelaku kreatif, pemerintah, komunitas, dan UMKM
Mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai sumber daya unggul
Meningkatkan branding daerah sebagai kawasan kreatif
Menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman, pelaku seni, dan komunitas
Suatu pagi yang cerah, di tengah senyum dan air mata bahagia, para wisudawan berdiri tegak mengenakan toga sebagai simbol kebanggaan sekaligus tanggung jawab.
Namun demikian, di balik senyum itu, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan, dimana menyusun skripsi, menghadapi ujian, belajar dari kegagalan, dan tetap bertahan hingga akhirnya tiba di hari yang dinantikan yaitu hari wisuda.
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda bukan sekadar seremoni. Namun wisuda adalah titik jeda antara masa belajar dan masa pengabdian, antara menerima ilmu dan menyebarkannya kembali kepada kehidupan.
Dalam ruang penuh haru itu, sesungguhnya bukan hanya ijazah yang diterima, tetapi amanah untuk menjadi manusia yang lebih bijak, lebih tangguh, dan lebih berguna.
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Makna yang Tersirat di Balik Toga
Toga bukan sekadar pakaian akademik. Setiap lipatan jubahnya menyimpan kisah tentang kesabaran, dukungan keluarga, bimbingan dosen, dan persahabatan yang tumbuh selama menimba ilmu.
Ketika tali toga dipindahkan dari kiri ke kanan, seolah ada pesan halus yang disampaikan, yaitu, saatnya berpindah peran, dari pembelajar menjadi pelaku kedunia praktisi, dari penerima ilmu menjadi penyebar manfaat..