Banyak organisasi, perusahaan, Instansi, sibuk menyusun strategi, menetapkan target, dan merancang visi besar.
Namun sering kali lupa pada satu hal mendasar: strategi dijalankan oleh manusia. Tanpa perilaku individu yang selaras, strategi terbaik sekalipun hanya akan menjadi dokumen yang tersimpan rapi, tetapi tidak pernah benar-benar hidup dalam praktik organisasi/perusahaan.
Perilaku Individu dalam Organisasi
Kajian tentang bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku tersebut.
Mengapa Perilaku Individu Penting?
Persepsi yang salah terhadap tujuan organisasi / perusahaan,maka motivasi rendah, Sikap negatif, Tidak memiliki tanggung jawab, maka strategi sulit diimplementasikan.
Sebaliknya, ketika individu: Memahami perannya, Termotivasi untuk berkontribusi,
Memiliki sikap positif, Dan merasa dihargai, maka perusahaan akan bergerak secara kolektif menuju tujuan bersama.
Konsep Dasar Perilaku Individu
Aktivitas seseorang dalam lingkungan organisasi / perusahaan sebagai respon terhadap stimulus tertentu. Intinya, setiap orang membawa sesuatu yang berbeda ke perusahaan, mulai dari latar belakang, sifat, hingga ekspektasi.
Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: Kepribadian, Persepsi, Nilai dan sikap, Motivasi, Emosi, Pengalaman dan proses belajar.
Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku
Faktor Internal (Karakteristik Biografis & Kepribadian):
- Usia & Jenis Kelamin: Mempengaruhi cara pandang terhadap risiko dan stabilitas.
- Kepribadian: Apakah dia seorang extrovert atau introvert yang fokus pada detail?
- Kemampuan (Ability): Kapasitas mental dan fisik seseorang untuk mengerjakan tugas.
Faktor Eksternal (Lingkungan):
Budaya organisasi, gaya kepemimpinan atasan, hingga sistem penghargaan (reward system) yang berlaku. Lingkungan kerja, Struktur organisasi.
Hakikat Motivasi Kerja: Mesin Penggerak Performa
Motivasi yaitu proses menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan individu untuk mencapai tujuan.
Tiga elemen kunci dalam motivasi:
- Intensitas: Seberapa keras seseorang berusaha.
- Arah: Apakah usaha sejalan dengan tujuan organisasi/perusahaan?
- Ketekunan: Seberapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya saat menghadapi kendala.
































