Secara akademis, Actuating sering disebut sebagai Directing (Pengarahan) atau Leading (Memimpin). Ini adalah fungsi manajemen yang paling erat kaitannya dengan unsur manusia (The Human Element).
Menurut George R. Terry : Actuating adalah usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.
Dalam Bahasa Praktisi: Actuating adalah seni membuat orang lain mau bekerja. Bukan karena terpaksa, tapi karena mereka termotivasi dan paham apa yang harus dilakukan.
Proses implementasi rencana menjadi tindakan nyata melalui bimbingan, instruksi, dan motivasi.
Actuating adalah fungsi manajemen yang berfokus pada menggerakkan, memotivasi, dan mengarahkan orang agar mau melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Actuating bukan sekadar memberi perintah, tetapi membangun kemauan, semangat, dan kesadaran dalam bekerja.
Peranan Actuating dalam Manajemen
Mengapa fungsi ini krusial? Karena rencana sebagus apapun di atas kertas tidak akan menjadi realitas tanpa eksekusi.
Peran utamanya meliputi:
- Inisiator Tindakan: Mengubah konsep (rencana) menjadi aktivitas fisik dan mental.
- Harmonisasi: Menyelaraskan tujuan individu karyawan dengan tujuan organisasi.
- Perekat Organisasi: Melalui komunikasi dan kepemimpinan, actuating menyatukan berbagai departemen yang berbeda agar tidak berjalan sendiri-sendiri (silo mentality).
Tujuan Actuating
- Menciptakan Kerjasama yang Efisien: Memastikan tim bekerja saling bahu-membahu, bukan saling sikut.
- Mengembangkan Kapabilitas Karyawan: Melalui arahan yang benar, karyawan menjadi lebih terampil.
- Menjaga Loyalitas dan Semangat Kerja (Morale): Menciptakan lingkungan di mana orang merasa dihargai sehingga angka turnover (keluar-masuk pegawai) rendah.
- Mengintegrasikan Tujuan: Menyatukan individual goals (misal: gaji, karir) dengan organizational goals (misal: profit, ekspansi).
Manfaat Actuating
- Peningkatan Produktivitas: Tim yang termotivasi bekerja lebih cepat dan lebih baik.
- Komunikasi yang Lancar: Meminimalisir kesalahpahaman (miskomunikasi) antar lini.
- Kreativitas dan Inovasi: Pemimpin yang baik (bagian dari actuating) akan mendorong bawahannya untuk berani memberi ide baru.
- Disiplin yang Tumbuh dari Kesadaran: Bukan disiplin karena takut dihukum, tapi disiplin karena rasa tanggung jawab.





































