Mengapa Perilaku Kelompok Penting dalam Actuating?
Dalam fungsi manajemen, Actuating (penggerakan) adalah tahap di mana rencana benar-benar dijalankan. Pada tahap ini, manajer tidak lagi hanya menyusun strategi, tetapi menggerakkan individu menjadi kekuatan kolektif.
![]() |
| Manajemen Actuating 4 Indocakti Malang |
Organisasi tidak berjalan oleh individu yang bekerja sendiri, melainkan oleh kelompok dan tim kerja. Oleh karena itu, memahami perilaku kelompok menjadi kunci dalam:
- Meningkatkan efektivitas kerja
- Mengelola konflik
- Meningkatkan motivasi
- Menciptakan sinergi tim
Perilaku Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih, berinteraksi, bergabung bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang Saling berinteraksi, Memiliki tujuan Bersama, Saling mempengaruhi, dan Memiliki struktur peran tertentu
Perilaku Kelompok adalah studi tentang bagaimana individu bertindak, bereaksi, dan berinteraksi ketika berada dalam satu wadah kolektif.
Konsep Dasar Perilaku Kelompok
Kelompok Formal : Dibentuk organisasi (misal: divisi pemasaran)
Kelompok Informal : Terbentuk secara alami (misal: kelompok diskusi mahasiswa)
Konsep Dasar: Sinergi dan Interdependensi
Sinergi: Tim kerja yang efektif menciptakan sinergi positif melalui koordinasi.
Interdependensi: Ketergantungan antar anggota. (Keberhasilan Si A dalam tim sangat dipengaruhi oleh kualitas kerja Si B).
Tahap Perkembangan Kelompok
Menurut Bruce Tuckman, kelompok berkembang melalui 5 tahap:
- Forming : Tahap perkenalan, masih sopan
- Storming : Mulai muncul konflik dan perbedaan, Mulai muncul gesekan ide, perebutan pengaruh, dan resistensi terhadap kontrol.
- Norming : Mulai terbentuk norma dan kekompakan
- Performing : Tim bekerja efektif, Tahap performa. Kelompok berfungsi penuh untuk menyelesaikan tugas.
- Adjourning : Pembubaran kelompok






































