Tampilkan postingan dengan label Managament. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Managament. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2025

Contoh Laporan Magang Mahasiswa Tahap Kedua

Laporan Magang Mahasiswa Tahap Kedua

Laporan magang mahasiswa tahap kedua adalah dokumen akademik yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan periode magang lanjutan di suatu perusahaan atau instansi.



Contoh Laporan Magang Tahap 2 



Laporan ini berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas pengalaman kerja yang telah dilakukan, mencakup analisis mendalam terkait tugas dan tanggung jawab, serta evaluasi keterampilan yang telah diperoleh selama periode magang.





Manfaat Laporan Magang Mahasiswa Tahap Kedua


A. Evaluasi Kemajuan Mahasiswa :
Membantu mahasiswa dalam menilai perkembangan keterampilan dan kompetensi yang telah mereka capai selama magang.

B. Refleksi Pengalaman Kerja:

Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menganalisis pengalaman mereka, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan, serta memahami tantangan yang dihadapi di dunia kerja.

C. Bukti Akademik dan Profesional:  
Berfungsi sebagai bukti resmi yang dapat digunakan oleh mahasiswa dalam melengkapi persyaratan akademik serta sebagai referensi untuk melamar pekerjaan di masa depan.

D. Evaluasi Perusahaan/Instansi: 

Memberikan masukan bagi perusahaan atau instansi terkait efektivitas program magang yang telah mereka jalankan, serta sebagai bahan pertimbangan dalam menerima mahasiswa magang di masa mendatang.

E. Pengembangan Soft Skills dan Hard Skills

Mahasiswa dapat menilai seberapa baik mereka telah mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) maupun keterampilan interpersonal (soft skills) seperti komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu.

F. Sebagai Bahan Riset dan Pengembangan
Laporan ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa atau akademisi lain yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai program magang di bidang tertentu.


Dibawah ini adalah contoh sederhana bentuk laporan Magang  ( MBKM )    mahasiswa  kususnya mahasiswa STIE INDOCAKTI, MALANG  tahap kedua, dimana perbedaan dalam tahap kedua ini dibandingkan dengan laporan tahap pertama terletak  pada bab III, ANALISIS DAN REFLEKSI

MOHON DISESUAIKAN DENGAN KEADAAN MAGANG, BISA ANDA TAMBAHKAN SESUAI KEGIATAN YANG DITERIMA SELAMA MAGANG

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------=======================================================================


LAPORAN MAGANG TAHAP II

 

JUDUL:



PENINGKATAN BRAND AWARENESS DAN PENJUALAN PRODUK PINJAMAN
PADA KOPERASI MAJU MUNDUR MELALUI STRATEGI DIGITAL MARKETING

 

Senin, 24 Februari 2025

Peranan Motivasi Kontemporer dalam dunia kerja

Teori Motivasi Kontemporer


Teori Motivasi Kontemporer adalah kumpulan teori terbaru, menjelaskan bagaimana individu dapat termotivasi dalam lingkungan kerja berdasarkan faktor-faktor psikologis, sosial, dan lingkungan. teori ini mempertimbangkan keadilan, harapan, serta penetapan tujuan dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan.


Motivasi keluhan karyawan 


Tujuan

  1. Meningkatkan kepuasan kerja,
  2. Produktivitas naik
  3. Loyalitas karyawan

1. Teori Keadilan (Equity Theory)

Teori Keadilan, dikembangkan oleh J. Stacy Adams, karyawan termotivasi ketika perlakuan yang diterima di tempat kerja adil dibandingkan dengan rekan kerja lainnya. Jika merasa tidak adil, akan terdorong untuk mengurangi kinerja

Tujuan

  1. Menciptakan lingkungan kerja yang adil dan seimbang.
  2. Meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja.
  3. Mencegah ketidakpuasan dan konflik

Manfaat

  1. Meningkatkan loyalitas karyawan
  2. Mengurangi turnover dan ketidakpuasan kerja.
  3. Membantu perusahaan dalam menciptakan sistem kompensasi yang transparan dan adil.

2. Teori Harapan (Expectancy Theory)


Teori Harapan dikembangkan oleh Victor Vroom, seseorang akan termotivasi jika apa yang dilakukan akan menghasilkan kinerja yang baik, dan kinerja tersebut akan membawa imbalan yang sesuai dengan harapan.

Ada tiga komponen utama dalam teori Harapan:

  1. Expectancy (Harapan) → Apakah pekerjaan akan menghasilkan kinerja yang baik?
  2. Instrumentality (Keterhubungan) → Apakah kinerja  akan membawa imbalan?
  3. Valence (Nilai Imbalan) → Apakah imbalan cukup berharga  ?

Tujuan

  1. Memberikan kejelasan mengenai hubungan antara usaha, kinerja, dan imbalan.
  2. Meningkatkan transparansi dalam sistem penghargaan perusahaan.

Manfaat

  1. Mendorong karyawan bekerja lebih baik
  2. Membantu manajemen dalam merancang sistem insentif yang sesuai harapan karyawan.
  3. Meningkatkan kepuasan kerja.

3. Teori Penetapan Tujuan (Goal-Setting Theory)

Teori ini dikembangkan oleh Edwin Locke, bahwa menetapkan tujuan yang spesifik, menantang, dan realistis dapat meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan.

Tujuan

  1. Meningkatkan motivasi dan kinerja dengan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur.
  2. Membantu karyawan dalam merencanakan langkah-langkah untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Manfaat

  1. Meningkatkan produktivitas dengan memberikan target yang jelas.
  2. Membantu manajemen dalam mengevaluasi kinerja karyawan berdasarkan pencapaian tujuan.

Jumat, 20 Desember 2024

Rahasia EOQ: Cara Ampuh Hemat Biaya Persediaan

Pengertian EOQ

Economic Order Quantity (EOQ) : Metode kuantitatif dalam manajemen persediaan untuk menentukan jumlah pesanan barang dalam satu kali pemesanan agar total biaya persediaan menjadi minimum.





EOQ menentukan jumlah barang yang paling efisien untuk dipesan setiap kali, sehingga dapat meminimalkan biaya-biaya yang terkait dengan persediaan, seperti biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.







Manfaat EOQ

Meminimalkan total biaya persediaan:
Dengan menentukan jumlah pesanan yang optimal, perusahaan dapat mengurangi biaya terkait dengan persediaan, seperti biaya penyimpanan dan biaya pemesanan.

Meningkatkan efisiensi:
Mengoptimalkan proses pengadaan dan pengelolaan persediaan.
Mencegah kekurangan atau kelebihan persediaan
Meningkatkan tingkat pelayanan pelanggan dan memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu.


Tujuan EOQ

Menemukan titik keseimbangan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Biaya pemesanan akan meningkat jika frekuensi pemesanan tinggi, sedangkan biaya penyimpanan akan meningkat jika jumlah barang yang dipesan dalam sekali pemesanan terlalu banyak.


Rumus EOQ


EOQ = √(2DS/H)



Dimana:


EOQ: Jumlah pesanan optimal
D: Permintaan tahunan
S: Biaya pemesanan per kali pesan
H: Biaya penyimpanan per unit per tahun



Contoh Sederhana


Toko buku memiliki permintaan tahunan atas buku tertentu sebanyak 10.000 eksemplar.
Biaya pemesanan setiap kali pesan adalah Rp 50.000, dan biaya penyimpanan per buku per tahun adalah Rp 2.000.
Jumlah buku yang harus dipesan setiap kali untuk meminimalkan total biaya persediaan adalah:


EOQ = √(2 * 10.000 * 50.000 / 2.000) = √5.000.000 = 2 236 buku

Jadi, toko buku memesan 2 236 buku setiap kali untuk meminimalkan total biaya persediaan.


Asumsi Model EOQ

  1. Permintaan bersifat konstan dan diketahui.
  2. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan bersifat konstan.
  3. Tidak ada diskon kuantitas.
  4. Waktu tunggu antara pemesanan dan penerimaan barang adalah konstan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi EOQ


1. Permintaan (Demand). 

Rabu, 18 Desember 2024

Apa itu Balanced Scorecard (BSC) dan bagaimana penerapannya ?

Pengertian Balanced Scorecard

Balanced Scorecard (BSC) merupakan sistem manajemen strategis untuk mengukur kinerja perusahaan dari empat perspektif utama.


Apa itu Balanced scorecard ?



Kinerja perusahaan dari empat perspektif utama

  1. Perspektif Keuangan: seperti profitabilitas, pertumbuhan, dan nilai pemegang saham.
  2. Perspektif Pelanggan: Mengukur kepuasan pelanggan, pangsa pasar, dan akuisisi pelanggan baru.
  3. Perspektif Proses Bisnis Internal: Mengukur efisiensi dan efektivitas proses bisnis internal yang mendukung pencapaian tujuan strategis.
  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Mengukur kemampuan perusahaan untuk belajar, tumbuh, dan berinovasi.




Pentingnya Balanced Scorecard

Menerjemahkan visi dan strategi: 

Mengubah visi yang abstrak menjadi tujuan dan tindakan yang konkret.

Meningkatkan komunikasi: 

Memastikan semua level organisasi memahami dan bekerja menuju tujuan yang sama.

Mengukur kinerja yang komprehensif: 

Tidak hanya fokus pada keuangan, tetapi juga aspek non-keuangan yang penting.

Meningkatkan fokus pada strategi: 

Memastikan semua aktivitas perusahaan sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan.

Manfaat Balanced Scorecard

Peningkatan kinerja:
BSC membantu perusahaan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengalokasikan sumber daya secara efektif.

Peningkatan fleksibilitas: 
BSC dapat disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis.

Peningkatan akuntabilitas:
BSC membantu perusahaan mengukur kinerja individu dan tim.

Peningkatan pembelajaran organisasi:
BSC mendorong perusahaan untuk terus belajar dan beradaptasi.



Peranan Balanced Scorecard

  1. Alat pengukuran kinerja: BSC digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara berkala.
  2. Alat komunikasi: BSC membantu perusahaan berkomunikasi strategi kepada seluruh karyawan.
  3. Alat manajemen strategis: BSC digunakan untuk mengelola dan mengarahkan strategi perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Strategi Balanced Scorecard

  1. Visi dan misi perusahaan
  2. Strategi perusahaan
  3. Lingkungan bisnis
  4. Budaya perusahaan

Tantangan dalam Implementasi Balanced Scorecard

  1. Karyawan tidak nyaman dengan perubahan sistem
  2. Perlunya dukungan penuh manajemen atas keberhasilan implementasi BSC.
  3. Memilih ukuran kinerja yang tepat dan relevan
  4. Membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup.

Kamis, 12 Desember 2024

Teori Antrian: Kunci Sukses Manajemen Pelayanan Modern

Sistem Antrian

Model matematis digunakan untuk menganalisis situasi pelanggan yang menunggu mendapatkan layanan. Contoh antrian di kasir supermarket, antrian di loket bank.





Tujuan utama sistem antrian

  1. Mengerti bagaimana antrian terbentuk dan berkembang.
  2. Menganalisis kinerja sistem antrian, seperti waktu tunggu rata-rata dan panjang antrian.
  3. Mendesain sistem antrian yang lebih efisien.





Komponen Sistem Antrian

  1. Pelanggan: objek yang membutuhkan layanan.
  2. Server: Fasilitas yang memberikan layanan.
  3. Antrian: Tempat pelanggan menunggu untuk mendapatkan layanan.
  4. Disiplin Antrian: Aturan yang menentukan urutan pelanggan dalam antrian (misalnya FIFO: first-in, first-out).

Karakteristik Sistem Antrian

  1. Pola Kedatangan Pelanggan: Bagaimana pelanggan datang (misalnya, konstan, acak).
  2. Waktu Pelayanan: Lama waktu yang dibutuhkan untuk melayani satu pelanggan.
  3. Jumlah Server: Banyaknya fasilitas pelayanan yang tersedia.
  4. Kapasitas Sistem: Batasan jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam sistem.

Model-Model Antrian

  1. Model M/M/1: Model paling sederhana dengan satu server, kedatangan pelanggan eksponensial, dan waktu pelayanan eksponensial.
  2. Model M/M/c: Model dengan c server, kedatangan pelanggan eksponensial, dan waktu pelayanan eksponensial.
  3. Model M/G/1: Model dengan satu server, kedatangan pelanggan eksponensial, dan waktu pelayanan dengan distribusi umum.

Ukuran Kinerja Sistem Antrian

  1. Waktu Tunggu Rata-rata: Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pelanggan dalam antrian.
  2. Panjang Antrian Rata-rata: Rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian.
  3. Utilisasi Server: Proporsi waktu server yang sibuk melayani pelanggan.

Manfaat Mempelajari Sistem Antrian

  1. Meningkatkan Efisiensi: Mengidentifikasi bottleneck dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
  2. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan kualitas layanan.
  3. Pengambilan Keputusan: Memberikan dasar yang kuat untuk membuat keputusan terkait desain sistem, penjadwalan, dan alokasi sumber daya.

Evaluasi Kinerja: Kunci Sukses atau Jebakan Karier?

Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja adalah proses menilai hasil kerja karyawan berdasarkan tugas, tanggung jawab, serta target yang telah ditetapkan Perusahaan, dengan tujuan karyawan bekerja sesuai ekspektasi serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Dan dalam  perusahaan, evaluasi kinerja karyawan menjadi tanggung jawab Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)






Tugas Internal SDM

  1. Mengelola Rekrutmen dan Seleksi
  2. Evaluasi Kinerja Karyawan
  3. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
  4. Mengatur sistem gaji, bonus, dan insentif berdasarkan hasil evaluasi kinerja.
  5. Penghargaan kepada karyawan berprestasi.
  6. Menyelesaikan Masalah Internal
  7. Menyusun Kebijakan SDM





Tugas Eksternal HRD

  1. Membangun Hubungan dengan Institusi Pendidikan, Mengelola program magang atau beasiswa.
  2. Mengelola Kepatuhan Hukum Ketenagakerjaan
  3. Menyelesaikan Sengketa Tenaga Kerja
  4. Menangani tuntutan hukum atau mediasi terkait tenaga kerja.
  5. Mengelola citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik.
  6. Memanfaatkan media sosial, job fair, dan iklan untuk menarik kandidat.

Tujuan Evaluasi Kinerja:

  1. Mengukur Pencapaian Karyawan: Mengetahui sejauh mana karyawan memenuhi target kerja.
  2. Identifikasi Kelebihan dan Kekurangan: Mengenali potensi karyawan yang perlu diperbaiki.
  3. Dasar Keputusan Manajemen: Pemberian promosi, pelatihan, insentif, atau sanksi.
  4. Peningkatan Kinerja: Umpan balik kepada karyawan untuk perbaikan performa di masa depan.

Manfaat Evaluasi Kinerja:

  1. Peningkatan Produktivitas: Karyawan fokus pada tujuan organisasi.
  2. Pengembangan Karyawan: Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
  3. Meningkatkan Kepuasan Kerja: Karyawan merasa dihargai
  4. Hubungan yang Lebih Baik: Membuka komunikasi antara karyawan dan manajer.

Cara-Cara Melakukan Evaluasi Kinerja

  1. Menentukan Kriteria Evaluasi. Tetapkan indikator kinerja utama berdasarkan tanggung jawab masing-masing karyawan.
  2. Memberi skor pada aspek kinerja tertentu.
  3. Umpan balik dari atasan, rekan kerja, bawahan, hingga diri sendiri.
  4. Penilaian berdasarkan pencapaian target yang disepakati bersama.
  5. Menilai berdasarkan data seperti jumlah produksi atau penjualan.

Selasa, 03 Desember 2024

Tips Pengambilan Keputusan yang efektif

Teori Keputusan

Teori keputusan adalah proses pengambilan keputusan secara logis dan terstruktur untuk memilih alternatif terbaik dalam situasi tertentu. Teori ini digunakan untuk menganalisis masalah, mengevaluasi opsi yang tersedia, dan menentukan solusi yang optimal.


Riset Operasional: Teori Keputusan


Kriteria Pengambilan Keputusan

Kriteria pengambilan keputusan adalah standar yang digunakan untuk mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam proses pengambilan keputusan. 

Contoh kriteria:

  1. Biaya: Berapa biaya yang diperlukan untuk setiap alternatif?
  2. Waktu: Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap alternatif?
  3. Kualitas: Bagaimana kualitas hasil yang diharapkan dari setiap alternatif?
  4. Risiko: Seberapa besar risiko kegagalan dari setiap alternatif?
  5. Etika: Bagaimana etika atau moral setiap alternatif?
  6. Kelayakan: Seberapa layak sumber daya yang tersedia?




Manfaat Kriteria Pengambilan Keputusan

  1. Fokus perhatian pada aspek paling penting.
  2. Keputusan yang diambil konsisten dengan tujuan.
  3. Meminimalkan pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan.
  4. Memudahkan menjelaskan alasan di balik keputusan.
  5. Membantu mempercepat proses pengambilan keputusan.  

Contoh Penerapan:

Misalnya, Anda ingin membeli mobil baru. Kriteria yang mungkin Anda gunakan untuk membandingkan berbagai merek dan model mobil antara lain:

  1. Harga: Berapa anggaran yang Anda miliki?
  2. Efisiensi bahan bakar: Seberapa irit mobil tersebut?
  3. Fitur: Fitur apa saja yang Anda butuhkan (misalnya, sistem keamanan, kenyamanan, teknologi)?
  4. Keamanan: Seberapa aman mobil tersebut?
  5. Desain: Apakah desain mobil sesuai dengan selera Anda?.  

Tips Menentukan Kriteria:

  1. Jelas dan spesifik.
  2. Kriteria harus relevan dengan tujuan.
  3. Kriteria harus dapat diukur secara objektif.
  4. Kriteria harus mencakup semua aspek penting dari keputusan.
  5. Kriteria harus menyeimbangkan berbagai kepentingan yang berbeda.

Manfaat Teori Keputusan:

  1. Pengambilan keputusan rasional berdasarkan data
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam memilih alternatif.

Senin, 02 Desember 2024

Strategi menghadapi perubahan, agar karir sukses

Manajemen Perubahan

Manajemen Perubahan adalah proses sistematis mengelola transisi dari kondisi saat ini menuju kondisi yang diinginkan.




Manfaat Manajemen Perubahan:

  1. Peningkatan kinerja: efisiensi, produktivitas, dan kualitas.
  2. Adaptasi terhadap lingkungan: persaingan, teknologi,
  3. Inovasi: munculnya ide-ide baru.
  4. Membuka peluang pertumbuhan dan ekspansi bisnis.

Proses Perubahan Dalam Perusahaan

  1. Mengidentifikasi kebutuhan perubahan: Menganalisis lingkungan internal dan eksternal (contoh: Analisis SWOT, PESTEL).
  2. Menentukan area yang membutuhkan perubahan.

Perencanaan perubahan.

  1. Menetapkan visi dan tujuan perubahan.
  2. Merancang strategi untuk mengimplementasikan perubahan.
  3. Menginformasikan alasan dan manfaat perubahan.



Pelaksanaan perubahan:

  1. Memberikan pelatihan
  2. Memantau dan mengevaluasi perubahan:
  3. Memastikan perubahan diterapkan sesuai rencana.
  4. Melakukan evaluasi.

Resistensi terhadap Perubahan

Resistensi terhadap perubahan adalah reaksi karyawan yang merasa terganggu oleh proses perubahan.

Strategi Mengelola Resistensi:

  1. Komunikasi efektif, Jelaskan alasan perubahan, manfaat, dan dampaknya secara transparan.
  2. Melibatkan karyawan, dalam proses pengambilan keputusan terkait perubahan.
  3. Pastikan karyawan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan.
  4. Membangun kepercayaan: Pemimpin konsistensi dalam pelaksanaan perubahan.
  5. Berikan penghargaan kepada karyawan yang mendukung dan berhasil dalam perubahan.

Contoh Manajemen Perubahan
Perusahaan:

Peralihan ke sistem kerja jarak jauh: Banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja jarak jauh selama pandemi, yang melibatkan perubahan dalam teknologi, komunikasi, dan budaya kerja.

Selasa, 26 November 2024

Prinsip Dasar Program Dinamis Riset Operasional

Program Dinamis

Program Dinamis adalah teknik pemrograman matematis yang memecah suatu masalah besar menjadi submasalah yang lebih kecil dan menyelesaikannya secara berurutan.




Proses ini bertujuan untuk menemukan solusi optimal dengan mempertimbangkan hubungan antar-tahap dalam pengambilan keputusan.


Metode ini sering digunakan dalam masalah:

  1. Penjadwalan produksi 
  2. Alokasi sumber daya
  3. Rantai pasokan
  4. Manajemen proyek





Manfaat Program Dinamis

Efisiensi dalam Pengambilan Keputusan Bertahap.
Membantu menganalisis masalah yang kompleks dengan membaginya menjadi tahapan sederhana.

Menghindari Perhitungan Berulang.
Menggunakan prinsip memoization atau tabel untuk mengurangi perhitungan ulang, sehingga lebih cepat.


Fleksibilitas Aplikasi
Dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk manajemen, ekonomi, teknik, dan lainnya.

Solusi Optimal yang Terjamin
Dengan memanfaatkan struktur rekursif, solusi yang dihasilkan biasanya optimal.

Contoh Sederhana dalam Konteks Manajemen


Masalah: Penjadwalan Produksi
Sebuah perusahaan ingin menentukan jumlah produk yang harus dibuat selama 3 bulan agar biaya produksi menjadi total minimum. Kapasitas produksi maksimal setiap bulan adalah 50 unit, dan biaya produksi per unit berubah setiap bulan.

Permintaan perbulanan adalah:

  1. Bulan 1: 30 unit
  2. Bulan 2: 40 unit
  3. Bulan 3: 50 unit

Data Biaya Produksi:

  1. Bulan 1: Rp50.000/unit
  2. Bulan 2: Rp60.000/unit
  3. Bulan 3: Rp55.000/unit

Perusahaan juga dapat memproduksi lebih dari kebutuhan untuk memenuhi permintaan bulan depan, tetapi menyimpan produk dikenakan biaya penyimpanan Rp5.000/unit/bulan.

Tujuan: 

Meminimalkan total biaya produksi dan penyimpanan.

Tahapan Penyelesaian:


Tahap 1 (Bulan 1):
Tentukan jumlah yang diproduksi untuk memenuhi permintaan bulan ini dan potensi simpanan.

Tahap 2 (Bulan 2):
Hitung biaya total berdasarkan keputusan bulan sebelumnya dan bulan ini.

Minggu, 24 November 2024

Pedoman Ringkas Hasil Dan Pembahasan Penelitian Kuantitatif.

Hasil Dan Pembahasan Penelitian Kuantitatif

Hasil Dan Pembahasan Penelitian Kuantitatif, berisi hasil penelitian dan pembahasan. 
Bab ini menjadi inti dari penelitian,  karena memaparkan data yang telah dikumpulkan, hasil pengolahan data, serta interpretasi hasil.
Data disajikan bersifat kuantitatif, menggunakan angka atau statistik yang diperoleh dari instrumen penelitian seperti kuesioner, tes, atau eksperimen.




Tujuan Hasil Dan Pembahasan Penelitian Kuantitatif


  1. Memaparkan hasil pengumpulan data secara sistematis, baik dalam bentuk tabel, grafik, maupun deskripsi naratif, sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
  2. Menganalisis hasil analisis statistik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis, seperti regresi, uji t, ANOVA, dan lain-lain.
  3. Menginterpretasikan hasil analisis dalam konteks teori atau kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian.
  4. Menjelaskan apakah hasil penelitian mendukung, bertentangan, atau melengkapi penelitian terdahulu.





Dibawah ini adalah contoh Sistimatika  pedoman Bab IV 

 ( Hasil Dan Pembahasan Penelitian Kuantitatif ). 

Mohon disesuaikan dengan penelitian anda 


===============================================================


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN




A. Obyek Penelitian


1. Sejarah
Disini jelaskan secara singkat mengenai latar Belakang obyek penelitian, mulai berdiri hingga saat ini.

2. Visi dan misi
a) VISI
b) Indikator Visi 
3. Misi
4. Struktur Organisasi

Disini buatkan struktur organisasi obyek penelitian secara jelas.
Misalnya:
Gambar. 4.1, Struktur organisasi, kemudian dibawah struktur harus ada sumber.

 

5. Jabaran Tugas
6. Profil Obyek Penelitian


B. Karakteristik Responden

Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ……………… dan seterusnya.

 

1. Karakteristik Jenis kelamin

Buatkan tabel, dengan format: Keterangan, Jumlah, Presentase dan beri penjelasan dibawah tabel.
Misal:
Berdasarkan Tabel 4.1 diatas, penelitian ini menggunakan responden sebanyak ……...............,  dan seterusnya, dari segi jenis kelamin secara keseluruhan sampel berjenis kelamin perempuan sebanyak ……........ dan seterusnya.

2. Karakteristik Umur
Buatkan tabel dan beri penjelasan
3. Karakteristik Pendidikan
Buatkan tabel dan beri penjelasan

 

Sabtu, 23 November 2024

Kepemimpinan Strategis dan Tipe Pemimpin

Kepemimpinan Strategis

Kemampuan seorang pemimpin memvisualisasikan, merencanakan, memimpin, dan membuat yang terbaik dari sumber daya yang dimiliki untuk menjalankan strategi secara efisien.




Kepemimpinan Strategis

  1. Memiliki visi yang jelas
  2. Membuat strategi yang efektif
  3. Mempengaruhi orang lain.
  4. Mampu adaptasi perubahan





Tujuan Kepemimpinan Strategis

  1. Meningkatkan kinerja,Melalui inovasi.
  2. Merespons perubahan lingkungan bisnis.
  3. Membangun budaya organisasi yang kuat
  4. Memastikan sumber daya manusia yang kompeten mendukung strategi perusahaan.

Hubungan Kepemimpinan Strategis dan Implementasi Strategi:

  1. Pemimpin Strategis sebagai Arsitek organisasi, menentukan arah, tujuan, dan strategi yang akan dijalankan.
  2. Mengidentifikasi proyek dan inisiatif , serta mengalokasikan sumber daya secara efektif.
  3. Pemimpin Strategis sebagai Motivator, Membangun Budaya organisasi yang positif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Peran Pemimpin dalam Implementasi Strategi Perusahaan

  1. Komunikator yang Efektif
  2. Motivator dan Inspirasi
  3. Pengambil Keputusan
  4. Implementasi strategi.
  5. Koordinator dan Integrator
  6. Pengontrol dan Evaluator

Gaya Kepemimpinan Efektif

Gaya kepemimpinan efektif adalah cara seorang pemimpin berinteraksi, mempengaruhi, dan mengarahkan tiim mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan disesuaikan dengan situasi, budaya organisasi, dan karakteristik tim.


Tujuan Gaya Kepemimpinan yang Efektif

  1. Meningkatkan kinerja tim
  2. Meningkatkan kepuasan kerja
  3. Mendorong inovasi
  4. Mencapai tujuan organisasi

Jenis-jenis Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan Transformasional:

Memfokuskan pada perubahan dan pengembangan diri.

Kepemimpinan Transaksional: 

Berfokus pada pertukaran antara pemimpin dan pengikut.

Kepemimpinan Demokratis:

Melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan.

Kepemimpinan Otoriter: 

Mengambil keputusan secara sepihak.

Kepemimpinan Laissez-faire:

 Memberikan kebebasan penuh kepada anggota tim.

Kamis, 14 November 2024

Konsep Dasar Integer Programming Pada Riset Operasional

Konsep Integer Programming

Konsep Integer Programming secara sederhana adalah metode optimisasi dalam analisis matematika digunakan untuk menyelesaikan masalah keputusan di mana variabel keputusannya harus berupa bilangan bulat (integer).


Riset Operasional STIE Indocakti 



Contoh umum Integer Programming

Perusahaan perlu memutuskan jumlah produk yang akan diproduksi atau berapa banyak karyawan yang akan dipekerjakan. Keputusan ini harus berupa angka bulat, tidak bisa memproduksi setengah produk atau mempekerjakan seperempat orang.




Tujuan utama Integer Programming

Memaksimalkan atau meminimalkan fungsi (seperti keuntungan, biaya, atau waktu) dengan mematuhi sejumlah kendala yang ada. Kendala ini bisa berupa batasan sumber daya, waktu, anggaran, atau kapasitas

Contoh Lain Integer Programming

Perusahaan otomotif menggunakan Integer Programming untuk menentukan jumlah mobil setiap model yang diproduksi, mempertimbangkan kapasitas produksi, permintaan pasar, dan ketersediaan komponen.

Perencanaan produksi: 

Menentukan jumlah produk yang akan diproduksi.

Distribusi: 

Menentukan rute pengiriman yang paling efisien.

Pengambilan keputusan investasi: 

Memilih proyek investasi yang optimal.

Peranan Integer Programming

  1. Menentukan jumlah maksimal produk yang diproduksi dengan mempertimbangkan kapasitas produksi, permintaan pasar, dan biaya produksi.
  2. Merancang rute pengiriman yang paling efisien untuk meminimalkan biaya transportasi.
  3. Memilih investasi yang memberikan keuntungan maksimum dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran.

Minggu, 10 November 2024

Contoh SOP dalam bentuk tabel

Standar Operasional Prosedur (SOP)

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebuah dokumen tertulis yang berisi langkah-langkah atau petunjuk yang harus diikuti secara konsisten dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. SOP ini berfungsi sebagai pedoman baku yang mengatur bagaimana suatu kegiatan atau proses bisnis harus dilakukan dari awal hingga akhir.





Tujuan Utama SOP:

  1. Standarisasi: Memastikan semua orang yang terlibat dalam suatu proses melakukan pekerjaan dengan cara yang sama dan konsisten.
  2. Efisiensi: Meningkatkan efisiensi kerja dengan mengurangi kesalahan dan waktu yang terbuang karena semua langkah sudah terdefinisi dengan jelas.
  3. Kualitas: Menjamin kualitas hasil kerja yang dihasilkan karena semua langkah telah diuji dan terbukti efektif.
  4. Akuntabilitas: Memudahkan dalam melakukan evaluasi kinerja dan penentuan tanggung jawab atas hasil kerja.
  5. Kepatuhan: Memastikan semua kegiatan dilakukan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, baik internal maupun eksternal.
  6. Dokumentasi: Menyediakan catatan tertulis tentang cara melakukan suatu pekerjaan sehingga mudah dipelajari dan diwariskan kepada orang lain.




Manfaat Lain dari SOP:

  1. Meningkatkan produktivitas: Dengan adanya SOP, pekerjaan menjadi lebih terstruktur dan karyawan dapat fokus pada tugas masing-masing.
  2. Meminimalkan risiko: SOP membantu mengidentifikasi potensi risiko dan memberikan langkah-langkah pencegahan.
  3. Memudahkan pelatihan: SOP dapat digunakan sebagai bahan pelatihan bagi karyawan baru.
  4. Meningkatkan kepuasan pelanggan: Dengan kualitas produk atau layanan yang konsisten, pelanggan akan lebih puas.

Barikut adalah contoh  SOP dalam bentuk tabel, dan tanpa flow chart

     

 

 


 

LOGO

PERUSAHAAN

 

SOP (Standar Operasional Prosedur)
SOP Pemasaran Melalui Whatsapp

No.      :

 

Disahkan Dibuat

Tanggal :

 

 

 

Revisi      :

 

 

Pemilik

 

Bag. Marketing

Halaman:

 

  


Konsep Dasar Strategi Bersaing Dalam Bisnis

Strategi Bersaing

Strategi bersaing adalah aktivitas dalam Perusahaan, bagaimana perusahaan bersaing dan memenangkan persaingan.



Manajemen Strategi, STIE Indocakti


Tujuan Strategi Bersaing

Memperkokoh posisi kuat di pasar
Meningkatkan pangsa pasar
Mencapai keuntungan maksimal

Contoh umum

Strategi bersaing seperti sebuah pertandingan olahraga. Setiap tim memiliki strategi berbeda untuk mengalahkan lawan dan meraih kemenangan.  






Strategi Persaingan Langsung dan Persaingan Tidak Langsung


Persaingan Langsung:

Persaingan langsung terjadi antara perusahaan yang menawarkan produk yang sama, menargetkan segmen pasar yang sama, dan menggunakan saluran distribusi yang serupa.

Contoh:

Coca-Cola dan Pepsi, Toyota dan Honda.

Persaingan Tidak Langsung:

Persaingan tidak langsung terjadi antara perusahaan yang menawarkan produk yang berbeda, tetapi memenuhi kebutuhan yang sama bagi konsumen.

Contoh:

Industri film bersaing dengan industri game untuk merebut waktu luang konsumen.


Game Theory dalam Bisnis

Game theory yaitu menganalisis situasi di mana keputusan satu pihak akan memengaruhi hasil di pihak lain.
Dalam bisnis, game theory digunakan untuk memodelkan interaksi antara perusahaan yang bersaing.

Tujuan utama game theory dalam bisnis

Memprediksi perilaku pesaing dan merumuskan strategi optimal.

Contoh Umum

Game theory seperti bermain catur. Setiap pemain harus mempertimbangkan langkah lawan untuk menentukan langkah terbaik selanjutnya.

Contoh Penerapan Game Theory dalam Bisnis

Misalnya, dua perusahaan besar, A dan B, sama-sama mempertimbangkan meluncurkan produk baru. Jika keduanya meluncurkan produk baru, keuntungan keduanya akan berkurang karena persaingan ketat.
Jika hanya satu yang meluncurkan produk baru, perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Dalam situasi ini, perusahaan A dan B harus menganalisis berbagai kemungkinan memilih strategi paling menguntungkan berdasarkan keputusan yang diambil oleh pesaingnya.

Senin, 04 November 2024

Peranan Dana Hibah dan Monev Pengabdian Masyarakat

Dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat

Dana hibah pengabdian kepada masyarakat adalah alokasi dana yang diberikan oleh suatu lembaga kepada institusi seperti perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat. Dengan tujuan membiayai berbagai aktivitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti pengembangan teknologi tepat guna, penyuluhan, pelatihan, atau program pemberdayaan masyarakat.


Monev pengabdian STIE Indocakti 2024



Monev Pengabdian STIE Indocakti 2024



Peranan Dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat

  1. Memberikan dukungan finansial yang dibutuhkan untuk melaksanakan program pengabdian
  2. Mendorong munculnya ide-ide kreatif dan inovatif dalam program pengabdian.
  3. Memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat,
  4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat
  5. Mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  6. Memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
  7. Meningkatkan citra positif institusi sebagai lembaga yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

Monev Pengabdian STIE Indocakti 2024


Monev Pengabdian STIE Indocakti 2024



Contoh Program Pengabdian yang Didanai oleh Hibah:

  1. Pembuatan sumur bor di daerah yang kekurangan air bersih.
  2. Pelatihan keterampilan bagi masyarakat desa.
  3. Pengembangan produk pertanian organik.
  4. Penyuluhan kesehatan masyarakat.
  5. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Mahasiswa Pengabdian STIE Indocakti 2024


Monev Pengabdian STIE Indocakti 2024



Monev Internal

Monev (Monitoring dan Evaluasi) internal merupakan kegiatan memantau dan menilai sejauh mana program pengabdian berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Monev internal adalah proses pengumpulan data dan informasi secara sistematis, mengukur kinerja dan dampak dari program pengabdian yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan oleh pihak internal lembaga atau institusi.