Motivasi kerja adalah dorongan internal maupun eksternal seseorang mengerahkan kemampuan, waktu, dan energinya untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam konteks organisasi, motivasi menjadi kekuatan menggerakkan individu agar bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan pribadi maupun tujuan organisasi.
Konsep Motivasi Kerja
Menurut Abraham Maslow, motivasi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang tersusun dalam bentuk hierarki, mulai dari kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri. Sedangkan Frederick Herzberg membedakan faktor motivasi menjadi dua, yaitu faktor pemeliharaan (hygiene factors) dan faktor pendorong (motivators).
Dengan demikian, motivasi kerja dapat dipahami sebagai energi pendorong yang mepengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan perilaku seseorang dalam bekerja.
Tujuan Motivasi Kerja
Meningkatkan gairah kerja.
Mendorong produktivitas dan kinerja individu.
Membentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Menumbuhkan kepuasan kerja.
Tujuan organisasi efektif dan efisien.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Individu:
Meningkatkan rasa percaya diri.
Memberikan arah dan tujuan yang jelas.
Mengembangkan potensi diri.
Meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan dalam bekerja.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Organisasi:
Meningkatkan produktivitas.
Mengurangi tingkat absensi
Menciptakan lingkungan kerja positif.
Memperkuat loyalitas karyawan.
Hambatan Internal Motivasi Kerja. (Dari Dalam Diri)
Tidak Memiliki Tujuan Jelas. Seseorang tidak memiliki arah akan mudah kehilangan semangat. Tujuan kabur membuat usaha menjadi tidak fokus.
Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi. Jika kebutuhan dasar belum terpenuhi (misalnya rasa aman atau kebutuhan ekonomi), maka sulit untuk mencapai motivasi pada tingkat yang lebih tinggi.
Kejenuhan. Rutinitas kerja yang monoton dapat menyebabkan kejenuhan.
Hambatan Eksternal Motivasi Kerja (Dari Lingkungan)
Kepemimpinan Kurang Mendukung: Gaya kepemimpinan otoriter, kurang komunikasi, dan tidak memberi penghargaan dapat melemahkan motivasi bawahan.
Sistem Penghargaan Tidak Adil: Jika karyawan berprestasi tidak mendapatkan apresiasi yang layak, sementara yang kurang produktif diperlakukan sama, maka motivasi akan turun.
Lingkungan Kerja Tidak Kondusif: Konflik antarpegawai, suasana kerja tegang, atau fasilitas kurang memadai dapat menghambat semangat kerja.
Beban Kerja Berlebihan: Tuntutan kerja terlalu tinggi tanpa dukungan memadai menyebabkan stres.
Hambatan Motivasi pada Mahasiswa
Kuliah hanya karena tuntutan orang tua.
Kurangnya dukungan sosial.
Pengaruh pergaulan tidak produktif.
Metode pembelajaran kurang menarik.
Dampak Motivasi Jika Hambatan Tidak Diatasi Pada Mahasiswa
Mengapa Perilaku Kelompok Penting dalam Actuating?
Dalam fungsi manajemen, Actuating (penggerakan) adalah tahap di mana rencana benar-benar dijalankan. Pada tahap ini, manajer tidak lagi hanya menyusun strategi, tetapi menggerakkan individu menjadi kekuatan kolektif.
Manajemen Actuating 4 Indocakti Malang
Organisasi tidak berjalan oleh individu yang bekerja sendiri, melainkan oleh kelompok dan tim kerja. Oleh karena itu, memahami perilaku kelompok menjadi kunci dalam:
Meningkatkan efektivitas kerja
Mengelola konflik
Meningkatkan motivasi
Menciptakan sinergi tim
Perilaku Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih, berinteraksi, bergabung bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang Saling berinteraksi, Memiliki tujuan Bersama, Saling mempengaruhi, dan Memiliki struktur peran tertentu
Perilaku Kelompok adalah studi tentang bagaimana individu bertindak, bereaksi, dan berinteraksi ketika berada dalam satu wadah kolektif.
Konsep Dasar Perilaku Kelompok
Kelompok Formal : Dibentuk organisasi (misal: divisi pemasaran)
Kelompok Informal : Terbentuk secara alami (misal: kelompok diskusi mahasiswa)
Konsep Dasar: Sinergi dan Interdependensi
Sinergi: Tim kerja yang efektif menciptakan sinergi positif melalui koordinasi.
Interdependensi: Ketergantungan antar anggota. (Keberhasilan Si A dalam tim sangat dipengaruhi oleh kualitas kerja Si B).
Tahap Perkembangan Kelompok
Menurut Bruce Tuckman, kelompok berkembang melalui 5 tahap:
Forming : Tahap perkenalan, masih sopan
Storming : Mulai muncul konflik dan perbedaan, Mulai muncul gesekan ide, perebutan pengaruh, dan resistensi terhadap kontrol.
Norming : Mulai terbentuk norma dan kekompakan
Performing : Tim bekerja efektif, Tahap performa. Kelompok berfungsi penuh untuk menyelesaikan tugas.
Banyak organisasi, perusahaan, Instansi, sibuk menyusun strategi, menetapkan target, dan merancang visi besar.
Namun sering kali lupa pada satu hal mendasar: strategi dijalankan oleh manusia. Tanpa perilaku individu yang selaras, strategi terbaik sekalipun hanya akan menjadi dokumen yang tersimpan rapi, tetapi tidak pernah benar-benar hidup dalam praktik organisasi/perusahaan.
Perilaku Individu dalam Organisasi
Kajian tentang bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku tersebut.
Mengapa Perilaku Individu Penting?
Persepsi yang salah terhadap tujuan organisasi / perusahaan,maka motivasi rendah, Sikap negatif, Tidak memiliki tanggung jawab, maka strategi sulit diimplementasikan.
Sebaliknya, ketika individu: Memahami perannya, Termotivasi untuk berkontribusi,
Memiliki sikap positif, Dan merasa dihargai, maka perusahaan akan bergerak secara kolektif menuju tujuan bersama.
Konsep Dasar Perilaku Individu
Aktivitas seseorang dalam lingkungan organisasi / perusahaan sebagai respon terhadap stimulus tertentu. Intinya, setiap orang membawa sesuatu yang berbeda ke perusahaan, mulai dari latar belakang, sifat, hingga ekspektasi.
Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: Kepribadian, Persepsi, Nilai dan sikap, Motivasi, Emosi, Pengalaman dan proses belajar.
Secara akademis, Actuating sering disebut sebagai Directing (Pengarahan) atau Leading (Memimpin). Ini adalah fungsi manajemen yang paling erat kaitannya dengan unsur manusia (The Human Element).
Actuating menggerakkan orang
Menurut George R. Terry : Actuating adalah usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.
Dalam Bahasa Praktisi: Actuating adalah seni membuat orang lain mau bekerja. Bukan karena terpaksa, tapi karena mereka termotivasi dan paham apa yang harus dilakukan.
Proses implementasi rencana menjadi tindakan nyata melalui bimbingan, instruksi, dan motivasi.
Actuating adalah fungsi manajemen yang berfokus pada menggerakkan, memotivasi, dan mengarahkan orang agar mau melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Actuating bukan sekadar memberi perintah, tetapi membangun kemauan, semangat, dan kesadaran dalam bekerja.
Peranan Actuating dalam Manajemen
Mengapa fungsi ini krusial? Karena rencana sebagus apapun di atas kertas tidak akan menjadi realitas tanpa eksekusi.
Peran utamanya meliputi:
Inisiator Tindakan: Mengubah konsep (rencana) menjadi aktivitas fisik dan mental.
Harmonisasi: Menyelaraskan tujuan individu karyawan dengan tujuan organisasi.
Perekat Organisasi: Melalui komunikasi dan kepemimpinan, actuating menyatukan berbagai departemen yang berbeda agar tidak berjalan sendiri-sendiri (silo mentality).
Tujuan Actuating
Menciptakan Kerjasama yang Efisien: Memastikan tim bekerja saling bahu-membahu, bukan saling sikut.
Mengembangkan Kapabilitas Karyawan: Melalui arahan yang benar, karyawan menjadi lebih terampil.
Menjaga Loyalitas dan Semangat Kerja (Morale): Menciptakan lingkungan di mana orang merasa dihargai sehingga angka turnover (keluar-masuk pegawai) rendah.
Manajemen adalah proses mengatur dan mengarahkan sumber daya (manusia, uang, waktu, dan sarana) agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Sederhananya, bisa dikatakan bahwa Manajemen, adalah mengatur orang dan pekerjaan supaya tujuan tercapai dengan baik.
Tujuan Manajemen
Mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya (manusia, waktu, dan biaya).
Menciptakan keteraturan dan koordinasi kerja dalam organisasi.
Meningkatkan kinerja dan produktivitas individu maupun tim.
Manfaat Manajemen
Pekerjaan menjadi lebih terarah dan terencana.
Mengurangi pemborosan waktu, tenaga, dan biaya.
Meminimalkan konflik dan tumpang tindih tugas.
Meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Sistem mutu adalah seperangkat kebijakan, prosedur, standar, dan proses yang disusun secara terencana dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan organisasi berjalan secara konsisten, efektif, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam konteks PPL, mahasiswa, sistem mutu menjadi dasar penyusunan SOP, agar pelaksanaan kerja di instansi tempat PPL berlangsung memiliki alur kerja yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Tujuan Sistem Mutu
Menjamin keseragaman proses kerja agar pelaksanaan kegiatan sesuai standar.
Meningkatkan kualitas layanan atau hasil kerja organisasi.
Mengurangi kesalahan, penyimpangan, dan pekerjaan yang tidak efisien.
Menjadi pedoman kerja yang jelas bagi seluruh pihak yang terlibat.
Mendukung pengendalian dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa PPL, tujuan sistem mutu adalah membantu memahami alur kerja nyata di lapangan dan menerjemahkannya ke dalam bentuk SOP yang sistematis.
3. Manfaat Sistem Mutu
Penerapan sistem mutu memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kerja.
Menjadikan proses kerja lebih terstruktur dan terdokumentasi.
Mempermudah pelatihan dan adaptasi bagi pegawai baru.
Menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Meningkatkan kepercayaan pengguna layanan terhadap organisasi.
Dibwah ini adalah contoh sederhana, laporan PPL untuk Bab IV, dikususkan untuk mahasiswa STIE Indocakti Malang - Jatim.
Contoh dibawah ini disusun secara sederhana, dan bisa dijadikan pedoman anda dan disesuaikan dengan obyek PPL anda.
Suatu pagi yang cerah, di tengah senyum dan air mata bahagia, para wisudawan berdiri tegak mengenakan toga sebagai simbol kebanggaan sekaligus tanggung jawab.
Namun demikian, di balik senyum itu, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan, dimana menyusun skripsi, menghadapi ujian, belajar dari kegagalan, dan tetap bertahan hingga akhirnya tiba di hari yang dinantikan yaitu hari wisuda.
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda bukan sekadar seremoni. Namun wisuda adalah titik jeda antara masa belajar dan masa pengabdian, antara menerima ilmu dan menyebarkannya kembali kepada kehidupan.
Dalam ruang penuh haru itu, sesungguhnya bukan hanya ijazah yang diterima, tetapi amanah untuk menjadi manusia yang lebih bijak, lebih tangguh, dan lebih berguna.
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Wisuda STIE Indocakti Malang
Makna yang Tersirat di Balik Toga
Toga bukan sekadar pakaian akademik. Setiap lipatan jubahnya menyimpan kisah tentang kesabaran, dukungan keluarga, bimbingan dosen, dan persahabatan yang tumbuh selama menimba ilmu.
Ketika tali toga dipindahkan dari kiri ke kanan, seolah ada pesan halus yang disampaikan, yaitu, saatnya berpindah peran, dari pembelajar menjadi pelaku kedunia praktisi, dari penerima ilmu menjadi penyebar manfaat..
Di era digital saat ini, memiliki situs pribadi bukan lagi hal yang sulit. Banyak dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum ingin menampilkan karya, profil, serta aktivitasnya secara online agar mudah diakses publik.
Salah satu media gratis dan praktis yang bisa digunakan adalah Google Sites, platform dari Google yang memudahkan membuat website dengan cepat, tanpa harus memahami desain atau coding.
Google site mudah dan profesional
Sebagai seorang dosen yang gemar menulis dan berbagi video, sangat merasakan bahwa Google Sites membantu dalam menyusun berbagai aktivitas akademik, penelitian, dan karya pribadi dalam satu tempat yang rapi dan profesional.
Google Sites
Google Sites adalah layanan gratis dari Google yang digunakan untuk membuat website pribadi, portofolio, atau situs kelompok dengan mudah.
Pengguna dapat menambahkan teks, gambar, video, serta tautan dari layanan Google lainnya seperti YouTube, Google Drive, dan Docs.
Dengan tampilan sederhana, Google Sites cocok digunakan oleh dosen, mahasiswa, organisasi kampus, maupun pelaku UMKM.
Tujuan Google Sites
Tujuan utama Google Sites adalah mempermudah pengguna dalam mengelola dan membagikan informasi secara online.
Bagi dosen dan mahasiswa, situs ini bisa digunakan untuk:
Menampilkan profil pribadi dan aktivitas akademik,
Menyimpan dan membagikan materi kuliah atau hasil penelitian,
Membuat portofolio digital yang profesional dan mudah diakses kapan pun.
Manfaat Google Sites
Mudah digunakan, cukup drag and drop, tanpa perlu kemampuan desain web.
Gratis dan langsung terhubung dengan akun Google.
Terintegrasi dengan layanan lain seperti Google Drive, Docs, Sheets, dan YouTube.
Meningkatkan profesionalitas dosen dan mahasiswa dalam menampilkan karya dan publikasi.
Penelitian kualitatif adalah penelitian berfokus pada pemahaman makna dari sebuah fenomena sosial, budaya, atau perilaku manusia secara mendalam.
Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, cerita, pengalaman, atau dokumen, bukan angka-angka statistik.
Tujuan penelitian kualitatif adalah menangkap makna di balik peristiwa: bagaimana orang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam suatu konteks tertentu.
Oleh karena itu, peneliti kualitatif hadir langsung di lapangan, mewawancarai informan, melakukan observasi, serta menganalisis dokumen atau aktivitas.
Bab ini adalah jantung dari penelitian kualitatif. Dimana bab 3 berisi cara, maka di bab 4 berisi hasil nyata dari proses penelitian di lapangan, baik berupa deskripsi data, kutipan dari informan, maupun hasil analisis tematik.
Berikut adalah, isi dan inti Bab IV penelitian kualitatif untuk mahasiswa STIE Indocakti Malang, meliputi:
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian dan Informan
Menjelaskan ulang secara singkat profil lokasi penelitian dan lebih rinci daripada bab 3.
Menampilkan identitas umum informan. Misalnya dengan anonim, pakai kode: I1, I2,
Tujuannya: memberi pembaca gambaran siapa dan di mana data diperoleh.
B. Paparan Data Hasil Penelitian
Disajikan hasil wawancara, observasi, atau dokumen sesuai dengan sumber data yang dijelaskan pada bab 3.
Data ditulis apa adanya (deskriptif) tanpa interpretasi terlebih dahulu.
Diperkuat dengan kutipan langsung dari informan untuk menunjukkan keaslian data.
Mulai dilakukan analisis isi dan analisis tematik sesuai yang dijelaskan pada Bab 3.
Data yang sudah dipaparkan dikelompokkan menjadi tema-tema penelitian.
Setiap tema diberi penjelasan dengan mengaitkan pada hasil wawancara, observasi, atau dokumen.
Misalnya: Tema 1: Strategi Promosi >>>> ditemukan bahwa promosi masih tradisional, hanya mengandalkan media sosial, belum ada kerjasama dengan pihak lain.
Penelitian Research and Development (R & D) adalah metode penelitian bertujuan menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada, serta menguji efektivitas produk tersebut.
Penelitian R & D lebih menekankan pada karya nyata yang aplikatif, bukan hanya pada penemuan teori.
Manfaat Penelitian R & D
Memberikan kontribusi inovasi berupa produk baru atau perbaikan produk lama.
Menghubungkan teori dengan praktik
Menjadi acuan bagi instansi, atau individu dalam meningkatkan kualitas kerja melalui produk yang teruji.
Inti Latar Belakang Penelitian R & D (Produk: SOP)
Kondisi Nyata
Di banyak lembaga, aktivitas kerja sering berjalan tanpa prosedur baku. Hal ini menimbulkan ketidakefisienan, atau kesalahan kerja
Kondisi Ideal
Lembaga harus memiliki pedoman kerja yang jelas dan tertulis agar setiap pegawai dapat bekerja dengan standar yang sama, efisien, dan terukur.
Kesenjangan (Gap)
Tidak adanya SOP menyebabkan perbedaan cara kerja antar individu, sulitnya pengawasan, serta rendahnya kualitas pelayanan atau produk.
Urgensi Penelitian
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan penelitian R & D yang menghasilkan SOP sebagai pedoman kerja yang sistematis, praktis, dan dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan Lembaga / organisasi.
Harapan/Manfaat
SOP yang dikembangkan mampu meningkatkan kinerja, meminimalkan kesalahan, memudahkan evaluasi, dan menjadi acuan dalam menjalankan aktivitas manajemen.
Dibawah ini adalah contoh Bab I, untuk penelitian / skripsi Jenis R & D untuk mahasiswa STIE Indocakti Malang - Jatim. Dijabarkan secara singkat agar mudah dipahami
Peranan pemasaran memiliki fungsi yang sangat penting bagi pengusaha, sehingga banyak pengusaha berlomba-lomba memasarkan produk dengan menjalankan promosi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menghasilkan produk yang lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing. Secara umum Perusahaan, baik skala besar maupun kecil didalam melaksanakan kegiatannya selalu bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal agar perusahaan terus berkembang.
Saat ini pemasaran atau promosi melalui media sosial atau yang dikenal dengan pemasaran/promosi online sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena pelanggan telah banyak yang menggunakan platform media sosial baik untuk bersosialisasi, mencari informasi hingga berbelanja. Media sosial adalah platform digital yang memfasilitasi penggunanya untuk memudahkan interaksi sosial yang bersifat interaktif.. Media sosial berbasis pada teknologi internet dapat mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya bersifat satu arah menjadi dua arah yaitu antara pelanggan dan Perusahaan. Peranan pemasaran melalui media social sangatlah menguntungkan Perusahaan seperti: Meningkatkan Loyalitas pelanggan, Meningkatkan Brand Awareness. Atau mendapatkan pengakuan merek, serta Hemat Biaya.
Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. (Daryanto 2011). Manajemen Pemasaran merupakan sistem total aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, dan mendistribusikan produk , jasa dan gagasan yang mampu memuaskan keinginan pasar. (Tjiptono .2011).
Media sosial sebagai sarana untuk mencari informasi, hiburan, peluang bisnis maupun berkomunikasi dengan teman, keluarga bahkan dengan orang yang tidak di kenal sekalipun. Berdasarkan data yang diperoleh kominfo (2012) dapat di ketahui bahwa pengguna internet merupakan anak muda. Mulai dari usia 15-20 tahun dan 10-14 tahun meningkat signifikan.
Media Sosial sebagai sarana penunjang, memenuhi kebutuhan atau informasi, berkomunikasi maupun hiburan. Penggunaan fasilitas komunikasi yang semakin canggih memberikan peluang bagi setiap individu untuk mengakses informasi sesuai kebutuhan, serta dapat berkomunikasi dengan mudah. Perkembangan teknologi yang semakin canggih memberikan perubahan besar dalam komunikasi di era modern. Media Sosial memiliki beragam aplikasi dan jenisnya, yang dapat di jangkau dengan mudah untuk digunakan Sebagai alat promosi. seperti Instagram, Facebook, whaatsaapp, tiktok dan lainnya.
Pada observasi awal, yang di lakukan peneliti, pada salah satu usaha bidang kecantikan bulu mata yang saat ini sedang berkembang adalah M.E,L Beaute berlokasi di perumahan PNS Kota Malang. Saat ini sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikan usahanya, namun demikian masih belum memahami mengenai cara-cara promosi di media social, hal ini karena usaha M.E.L Beaute belum memiliki SOP promosi di media sosial. SOP promosi online merupakan standard operasional procedure mengenai bagaimana cara-cara mempromosikan produk di internet melalui di media sosial.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik mengambil judul penelitian ini dengan judul “Penelitian Dan Pengembangan promosi online Pada Usaha M.E.L BEAUTE Malang”.
Tim STIE Indocakti memulai kunjungan dengan melakukan survei mendalam untuk mengidentifikasi potensi serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Ngadirejo. Interaksi langsung dengan perangkat desa dan warga menjadi kunci untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, potensi UMKM, hingga potensi pariwisata lokal, setiap aspek dicermati untuk merumuskan program pengabdian yang relevan dan berkelanjutan.
Pengabdian STIE Indocakti dan Desa Ngadirejo
Pengabdian Nyata: Kontribusi STIE Indocakti untuk Ngadirejo
Berdasarkan hasil survei, ada beberapa program pengabdian mulai dirancang dan dibahas. STIE Indocakti, dengan kepakaran di bidang manajemen dan Akuntansi, berkomitmen untuk membantu desa Ngadirejo dalam mengembangkan potensi ekonomi. Ide-ide seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengembangan bagi UMKM, pendampingan pemasaran produk lokal, hingga pengembangan strategi desa wisata, menjadi poin-poin penting yang didiskusikan.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata peran dosen dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung kepada warga. Kami dari STIE Indocakti Malang, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang terkenal dengan produk wisata boonpring, dengan tema: “Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah Kotoran Ternak Melalui Pemberdayaan BUMDes dan Kelompok Tani.”
Pengabdian Masyarakat Desa Sanankerto (boonpring)
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak, khususnya kotoran sapi dan kambing, agar tidak mencemari lingkungan, tetapi justru menjadi pupuk organik yang bernilai jual. Kegiatan ini sekaligus mendorong warga untuk mandiri dan produktif dalam mengelola potensi lokal.
Pengabdian Masyarakat Desa Sanankerto (boonpring)
Pengabdian Masyarakat Desa Sanankerto (boonpring)
Salah satu yang menarik, proses pencacahan dan pengolahan pupuk menggunakan mesin KOHE (Kompos Hewan), yang ternyata dibuat oleh putra daerah Sanankerto sendiri. Ini menjadi bukti bahwa potensi lokal, jika didukung dengan pengetahuan dan kerja sama yang baik, dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Suasana kampus yang biasanya tenang, siang itu berubah menjadi penuh warna. Civitas STIE Indocakti baru saja menggelar Pentas Musik Temu Kangen Ngopi Bareng Bersama relasi tgl. 29 Juni 2025, Jam . 09.00, antara Mahasiswa dan Alumni, dan yang terjadi sungguh di luar dugaan, semua larut dalam suasana penuh tawa, nostalgia, dan kegembiraan.
Kampus kembali bergemuruh, bukan karena tugas atau ujian, namun karena tawa, tepuk tangan, dan alunan musik dari Pentas Musik serta tarian bantengan dari Paguyuban Sapto Putra PandawaMalang Acara ini benar-benar jadi pelepas rindu dan pencair suasana.
Dari awal hingga akhir, semuanya terasa istimewa. Mahasiswa, alumni, dosen serta pegawai, duduk berdampingan, berbincang santai, mengenang masa lalu, dan tentu saja, ikut berjoget dan bernyanyi bersama. Ada yang tampil spontan sebagai artis dadakan, ada yang dengan semangat ikut bernyanyi, bahkan ada yang tidak bisa berhenti berjoget
Panggung sederhana berubah menjadi tempat yang penuh cerita. Musik mengalun dari lagu nostalgia hingga hits kekinian. Dan momen tak terduga pun hadir: hiburan bantengan alias mberot. Meski hanya sebentar, bantengan ini sukses membuat semua tertawa, bernostalgia, dan merasa seperti anak-anak lagi.