Dalam perusahaan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan. Yang lebih penting adalah bagaimana pimpinan mampu menggerakkan (actuating) karyawan agar bekerja sesuai tujuan perusahaan.
Untuk membantu mengukur keberhasilan tersebut, perusahaan menggunakan KPI (Key Performance Indicator) dan kontrol (pengawasan).
Apa itu KPI?
KPI atau Key Performance Indicator adalah ukuran yang digunakan untuk menilai apakah target kerja telah tercapai atau belum.
Contoh KPI:
- Jumlah penjualan per bulan
- Jumlah pelanggan yang dilayani
- Tingkat kehadiran karyawan
- Jumlah produksi harian
- Tingkat kepuasan pelanggan
Apa itu Kontrol?
Kontrol adalah proses mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.
Contoh kontrol:
- Absensi kehadiran
- Laporan harian
- Monitoring produksi
- Evaluasi mingguan
- Pengawasan langsung oleh pimpinan
KPI tanpa kontrol akan sulit berjalan dengan baik. Sebaliknya, kontrol tanpa KPI juga akan membuat perusahaan tidak memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.
1. Studi Kasus Analisis Kasus Kritis
Narasi Kasus: Diskon Besar, Bonus Ambyar
Manajer Penjualan PT Maju Mundur, menggerakkan (actuating) tim sales agar mencapai target tahunan, dan membuat program motivasi: Siapa pun yang mencapai omzet Rp 600 juta bulan ini, mendapat bonus Rp 15 juta.
Di akhir bulan, Manajer tersenyum melihat laporan, Semua sales mencapai target omzet. Namun, beberapa waktu kemudian, Direktur Keuangan marah besar. Ternyata, demi mengejar target tersebut, para sales memberikan diskon maksimal kepada pelanggan tanpa kontrol. Akibatnya, omzet tinggi tetapi margin keuntungan perusahaan minus (rugi).







