Tampilkan postingan dengan label desangadirejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desangadirejo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2026

Panorama Bromo di Balik Gerbang Ngadisari

Gunung Bromo selalu punya cara untuk membuat wisatawan  berkali-kali berkunjung ke Bromo. Namun, ada yang berbeda. Jika biasanya hanya fokus pada kawah Bromo, kali ini perjalanan melalui Desa Ngadisari, Probolinggo, memberikan narasi baru tentang bagaimana pariwisata dikelola dengan hati, tradisi, dan inovasi.


Panorama Bromo



Gerbang Utama Megah: Jalur Probolinggo.

Jalur Probolinggo menuju Ngadisari secara historis adalah jalur tertua dan paling nyaman. Keunggulannya kini semakin nyata:
  1. Jalanan aspal yang mulus dan lebar memudahkan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
  2. Medan relatif lebih bersahabat dibanding jalur lain, menjadikannya favorit bagi wisatawan keluarga.
  3. Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat terasa, bukan hanya pemandu, tapi penjaga ekosistem pariwisata yang ramah dan terorganisir.



Desa Ngadisari, Desa di Atas Awan

Memasuki Ngadisari, Anda tidak hanya disambut udara dingin, tapi juga kehangatan senyum penduduk. Desa ini adalah rumah bagi Suku Tengger yang memegang teguh adat istiadat.
Desa Ngadisari, tertata rapi, bersih, dan sangat estetik untuk diabadikan dalam lensa kamera.
Kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam menjadi daya tarik tersendiri. Melihat warga mengenakan sarung khas Tengger adalah pemandangan yang memberikan kedamaian instan.

Daya Tarik yang Tak Pernah Padam

Bromo melalui pintu Ngadisari menawarkan keindahan visual:
  1. Penanjakan & Kingkong Hill: Lokasi terbaik mengejar sunrise (matahari terbit) yang legendaris.
  2. Lautan Pasir (Kaldera): Hamparan pasir luas yang membuat merasa berada di planet lain.
  3. Pura Luhur Poten: Simbol spiritualitas di tengah kemegahan alam.

Kebangkitan Kuliner & Ekonomi Kreatif

Salah satu perkembangan paling menarik adalah menjamurnya pusat kuliner. Kini, Bromo bukan hanya soal pemandangan, tapi juga rasa:
  1. Bermunculan kedai kopi modern dengan desain minimalis yang menghadap langsung ke lembah.
  2. Jangan lewatkan sedapnya nasi jagung dan masakan khas Tengger yang menghangatkan tubuh di tengah suhu ekstrem.
  3. Transformasi Ngadisari adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, warga melalui Pokdarwis, dan kesadaran menjaga alam bisa menciptakan destinasi kelas dunia yang tetap membumi.

Tips Ke Bromo Yang Rilek

  1. Waktu Terbaik: Datanglah saat hari kerja, untuk suasana yang lebih tenang.
  2. Pastikan jaket tebal dan sepatu nyaman, karena suhu di Ngadisari bisa turun drastis di malam hari.
  3. Hargai Adat: Selalu minta izin saat memotret kegiatan ritual atau warga lokal.

Sabtu, 26 Juli 2025

Membangun Sinergi: STIE Indocakti dan Desa Ngadirejo Merajut Pengabdian dan Kerja Sama

Malang, Hari Jum'at, Tanggal, 25 Juli 2025. >>>> Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi begitu terasa pada saat tim Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indocakti Malang berkunjung ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.


Pengabdian STIE Indocakti dan Desa Ngadirejo

Survei Awal: Menyelami Potensi dan Kebutuhan Desa

Tim STIE Indocakti memulai kunjungan dengan melakukan survei mendalam untuk mengidentifikasi potensi serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Ngadirejo. Interaksi langsung dengan perangkat desa dan warga menjadi kunci untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, potensi UMKM, hingga potensi pariwisata lokal, setiap aspek dicermati untuk merumuskan program pengabdian yang relevan dan berkelanjutan.




Pengabdian STIE Indocakti dan Desa Ngadirejo


Pengabdian Nyata: Kontribusi STIE Indocakti untuk Ngadirejo

Berdasarkan hasil survei, ada beberapa program pengabdian mulai dirancang dan dibahas. STIE Indocakti, dengan kepakaran di bidang  manajemen dan Akuntansi, berkomitmen untuk membantu desa Ngadirejo dalam mengembangkan potensi ekonomi. Ide-ide seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengembangan bagi UMKM, pendampingan pemasaran produk lokal, hingga pengembangan strategi desa wisata, menjadi poin-poin penting yang didiskusikan.

Diskusi bersama warga 


Kandang Kambing Sanen