Selasa, 10 Februari 2026

Konsep Leading / Actuating dalam Manajemen

Secara akademis, Actuating sering disebut sebagai Directing (Pengarahan) atau Leading (Memimpin). Ini adalah fungsi manajemen yang paling erat kaitannya dengan unsur manusia (The Human Element).

Actuating menggerakkan orang



Menurut George R. Terry : Actuating adalah usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.

Dalam Bahasa Praktisi: Actuating adalah seni membuat orang lain mau bekerja. Bukan karena terpaksa, tapi karena mereka termotivasi dan paham apa yang harus dilakukan.




Proses implementasi rencana menjadi tindakan nyata melalui bimbingan, instruksi, dan motivasi.
Actuating adalah fungsi manajemen yang berfokus pada menggerakkan, memotivasi, dan mengarahkan orang agar mau melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Actuating bukan sekadar memberi perintah, tetapi membangun kemauan, semangat, dan kesadaran dalam bekerja.

Peranan Actuating dalam Manajemen


Mengapa fungsi ini krusial? Karena rencana sebagus apapun di atas kertas  tidak akan menjadi realitas tanpa eksekusi.

Peran utamanya meliputi:

  1. Inisiator Tindakan: Mengubah konsep (rencana) menjadi aktivitas fisik dan mental.
  2. Harmonisasi: Menyelaraskan tujuan individu karyawan dengan tujuan organisasi.
  3. Perekat Organisasi: Melalui komunikasi dan kepemimpinan, actuating menyatukan berbagai departemen yang berbeda agar tidak berjalan sendiri-sendiri (silo mentality).

Tujuan Actuating

  1. Menciptakan Kerjasama yang Efisien: Memastikan tim bekerja saling bahu-membahu, bukan saling sikut.
  2. Mengembangkan Kapabilitas Karyawan: Melalui arahan yang benar, karyawan menjadi lebih terampil.
  3. Menjaga Loyalitas dan Semangat Kerja (Morale): Menciptakan lingkungan di mana orang merasa dihargai sehingga angka turnover (keluar-masuk pegawai) rendah.
  4. Mengintegrasikan Tujuan: Menyatukan individual goals (misal: gaji, karir) dengan organizational goals (misal: profit, ekspansi).

Manfaat Actuating

  1. Peningkatan Produktivitas: Tim yang termotivasi bekerja lebih cepat dan lebih baik.
  2. Komunikasi yang Lancar: Meminimalisir kesalahpahaman (miskomunikasi) antar lini.
  3. Kreativitas dan Inovasi: Pemimpin yang baik (bagian dari actuating) akan mendorong bawahannya untuk berani memberi ide baru.
  4. Disiplin yang Tumbuh dari Kesadaran: Bukan disiplin karena takut dihukum, tapi disiplin karena rasa tanggung jawab.

Unsur-Unsur dalam Penggerakan/Actuating

Motivasi: 
Motivasi adalah dorongan yang membuat seseorang mau bekerja. Motivasi bisa berupa: Pujian, penghargaan, perhatian, atau tujuan yang jelas.

Kepemimpinan
Pemimpin dalam fungsi penggerakan berperan sebagai: pengarah, pemberi contoh,  penyemangat tim.
Pemimpin yang baik tidak hanya menyuruh, tetapi ikut terlibat dan memberi teladan.

Komunikasi
Penggerakan tidak akan berjalan tanpa komunikasi yang baik. Komunikasi yang jelas membuat: tugas tidak salah dipahami, konflik bisa diminimalkan,  kerja tim lebih efektif.

Koordinasi
Koordinasi memastikan setiap orang: tahu tugasnya, bekerja selaras dengan anggota lain, tidak saling tumpang tindih. 

Studi Kasus (Penerapan Nyata)


A. Contoh Kasus Mahasiswa: Kepanitiaan Kampus (BEM)

Konteks: 
Ketua Panitia (Project Officer) acara "Malam Keakraban Jurusan".

Masalah: 
H-2 acara, divisi perlengkapan lelah dan ingin menyerah karena dekorasi panggung belum selesai, sementara divisi acara ribut dengan divisi konsumsi soal jam makan.

Penerapan Actuating: 
Sang Ketua Panitia melakukan fungsi actuating dengan cara:
Leading (Memimpin): Turun langsung membantu memotong styrofoam dekorasi (memberi contoh/teladan).

Communicating (Komunikasi): 
Mengumpulkan divisi acara dan konsumsi, menengahi konflik dengan kepala dingin, dan memperjelas rundown agar tidak ada salah paham.

Motivating (Memotivasi): 
Membelikan kopi dan kue kue untuk tim yang lembur, serta memberikan kata-kata penyemangat 

Hasil: 
Tim kembali bersemangat dan konflik mereda karena adanya penggerakan dari pemimpin.

B. Contoh Kasus di Masyarakat: Bank Sampah RT/RW


Konteks: 
Seorang Ketua RW ingin menjalankan program "Bank Sampah" agar lingkungan bersih dan warga mendapat tambahan ekonomi.

Masalah: 
Warga malas memilah sampah karena dianggap ribet dan kotor. Rencana sudah ada (Planning), Struktur pengurus sudah ada (Organizing), tapi kegiatan mandek (Gagal Actuating).

Penerapan Actuating: 
Ketua RW melakukan actuating dengan cara:

Persuasi: 
Tidak memerintah dengan keras, tapi melakukan pendekatan personal ke tokoh-tokoh masyarakat (ibu-ibu PKK).

Insentif (Motivasi): 
Mengumumkan bahwa uang hasil bank sampah akan digunakan untuk doorprize saat 17 Agustusan atau rekreasi warga.

Bimbingan (Directing): 
Mengadakan demo cara memilah sampah yang mudah dan cepat di balai RW setiap minggu pagi.

Hasil: 
Warga mulai bergerak memilah sampah bukan karena takut didenda, tapi karena tergiur insentif dan paham caranya. Inilah esensi actuating: membuat orang mau bergerak.

C. Kasus Penggerakan di Masyarakat

Dalam kegiatan kerja bakti lingkungan:
  1. Ketua RT yang aktif mengajak dan memberi contoh dan terjun ke warga.
  2. Ketua RT yang pasif dan hanya mengumumkan maka warga enggan datang.
Hubungan Penggerakan dengan Fungsi Manajemen Lain
  1. Perencanaan (Planning)
  2. Pengorganisasian (Organizing)
  3. Pengendalian (Controlling)
  4. Jika salah satu tidak berjalan, tujuan sulit tercapai.

Penggerakan adalah fungsi manajemen yang menghubungkan rencana dengan tindakan,  menggerakkan manusia sebagai pelaku utama organisasi.
Tanpa penggerakan, manajemen tidak akan berjalan secara efektif. Manajemen bukan hanya soal rencana, tetapi tentang bagaimana menggerakkan manusia untuk bekerja bersama.



Daftar Pustaka:
Terry, G. R. (2010). Dasar-Dasar Manajemen (G. A. Ticoalu, Trans.). Jakarta: Bumi Aksara.

Link terkait dengan materi, anda bisa buka :

  1. Prinsip Dasar Manajemen Dan Konsep POAC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar