Saya memulai perjalanan sebagai guru puluhan tahun lalu, di sebuah SMP Negeri, di Kab. Malang, dengan mata pelajaran Seni Budaya, dengan satu keyakinan sederhana, yaitu ingin bermanfaat.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Saat itu saya belum sepenuhnya memahami bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar mata pelajaran seni budaya, tetapi tentang menyertai perjalanan hidup anak-anak yang kelak tumbuh dengan jalannya masing-masing.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di ruang kelas, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang kurikulum, tetapi tentang kehidupan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Setiap siswa hadir dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang penuh canda. Ada yang percaya diri, ada pula yang ragu pada kemampuannya sendiri. Tugas saya bukan membandingkan, melainkan menemani dan menumbuhkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sebagai guru seni budaya, saya melihat siswa tidak semata dari nilai angka. Saya melihat mereka dari keberanian mengekspresikan diri, dari goresan gambar, gerak tari, irama lagu, dan rasa yang mereka tuangkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di sanalah saya percaya, seni bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan untuk mengenal diri dan menghargai orang lain