1. Definisi Sistem Mutu
2. Tujuan Sistem Mutu
- Menjamin keseragaman proses kerja agar pelaksanaan kegiatan sesuai standar.
- Meningkatkan kualitas layanan atau hasil kerja organisasi.
- Mengurangi kesalahan, penyimpangan, dan pekerjaan yang tidak efisien.
- Menjadi pedoman kerja yang jelas bagi seluruh pihak yang terlibat.
- Mendukung pengendalian dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
- Bagi mahasiswa PPL, tujuan sistem mutu adalah membantu memahami alur kerja nyata di lapangan dan menerjemahkannya ke dalam bentuk SOP yang sistematis.
3. Manfaat Sistem Mutu
- Penerapan sistem mutu memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kerja.
- Menjadikan proses kerja lebih terstruktur dan terdokumentasi.
- Mempermudah pelatihan dan adaptasi bagi pegawai baru.
- Menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
- Meningkatkan kepercayaan pengguna layanan terhadap organisasi.
Dibwah ini adalah contoh sederhana, laporan PPL untuk Bab IV, dikususkan untuk mahasiswa STIE Indocakti Malang - Jatim.
Contoh dibawah ini disusun secara sederhana, dan bisa dijadikan pedoman anda dan disesuaikan dengan obyek PPL anda.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB IV
SISTEM MUTU
A. Pengertian SOP
B. Tujuan SOP
C. Sistem Mutu Produksi.
Tabel 4.1.
Standard Operational Procedure dan Instruksi.
|
NO. |
Standard
Operational Procedure |
|
1.
|
Pemilihan
Bahan Baku Susu |
|
2.
|
Pemilihan
Bahan Baku Telur |
|
3.
|
Pemilihan
Bahan Baku Madu |
|
4.
|
Pemilihan
Bahan Baku Jahe |
|
5.
|
Pengecekan
Bahan Baku Susu |
|
6.
|
Pengecekan
Bahan Baku Telur |
|
7.
|
Pengecekan
Bahan Baku Madu |
|
8.
|
Pengecekan
Bahan Baku Jahe |
|
9.
|
IK
Penyimpanan Bahan Baku Susu |
|
10. |
IK
Penyimpanan Bahan Baku Telur |
|
11. |
IK
Penyimpanan Bahan Baku Madu |
|
12. |
IK
Penyimpanan Bahan Baku Jahe |
|
13. |
IK
Pembuatan Minuman STMJ |
D. Kebijakan Sistem Mutu Manajemen Produksi sebelum adanya SOP Manajemen Produksi :
- Kegiatan produksi belum berjalan dengan efisiensi
- Sering terjadinya kekeliruan dalam proses produksi yang sedang berlangsung Kurang disiplinya karyawan
- Penyimpanan bahan baku masih sering terjadi kekeliruan, Sering terjadinya kesalahan dalam pemilihan, pengecekan, dan penyimpanan bahan baku.
E. Kebijakan Sistem Mutu Manajemen Produksi sesudah adanya SOP Manajemen Produksi :
- Aktifitas produksi menjadi lancar
- Kedisiplin karyawan meningkat
- Efisiensi produksi mengalami peningkatan
- Pemilihan, pengecekan, dan penyimpanan bahan baku berjalan dengan lebih baik.
F. Standard Operational Procedure (SOP)
Disini bisa di isi SOP dalam bentuk tabel, atau bisa juga SOP dalam bentuk tabel ditempatkan pada lampiran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar