Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja.
Pengertian Magang Kerja
Magang kerja merupakan kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa dengan bekerja secara langsung di perusahaan / instansi pemerintah, dalam jangka waktu tertentu. Selama magang, mahasiswa belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan pada pekerjaan yang sebenarnya.
Tujuan Magang Kerja
Memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.
Melatih keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam tim.
Mempersiapkan mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja
Manfaat Magang Kerja
Memiliki pengalaman kerja
Menambah wawasan tentang dunia industri dan organisasi.
Meningkatkan rasa percaya diri dalam bekerja.
Memperluas jaringan atau relasi profesional.
Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
Menambah nilai pada CV atau portofolio.
Memiliki peluang lebih besar untuk direkrut setelah lulus.
Mahasiswa mampu menjelaskan pengarahan kerja dalam organisasi.
A. Pengertian Pengarahan
Pengarahan (directing): proses memberikan petunjuk, bimbingan, motivasi, dan pengawasan kepada bawahan agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai tujuan.
Menurut ahli manajemen, pengarahan menciptakan semangat kerja, komunikasi yang baik, dan koordinasi antar anggota organisasi.
Contoh
Supervisor di perusahaan makanan memberikan arahan kepada karyawan bagian produksi tentang standar kebersihan dan target produksi harian agar hasil produk sesuai kualitas perusahaan.
B. Pengertian Pengaruh
Pengaruh: kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku, sikap, maupun tindakan orang lain agar bersedia mengikuti tujuan tertentu.
Dalam perusahaan, pengaruh dimiliki pimpinan melalui:
Kewibawaan,
Komunikasi,
Keteladanan,
Pengalaman,
Kemampuan memotivasi.
Contoh Sederhana
Manajer disiplin datang tepat waktu, akan mempengaruhi karyawan untuk ikut disiplin dalam bekerja.
C. Pengertian Disiplin
Disiplin : kesadaran seseorang mentaati peraturan dan norma yang berlaku dalam perusahaan. Disiplin menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
Kerja tim hebat tidak lahir dari individu, tapi dari koordinasi dan keputusan yang tepat
Apa itu Koordinasi Kerja ?
Koordinasi adalah senyum dan langkah seirama. Dalam perusahaan, koordinasi adalah upaya menyelaraskan tugas, waktu, sumber daya, dan informasi antar bagian
Koordinasi adalah proses menyatukan dan menghubungkan pekerjaan antar bagian agar tujuan dapat tercapai dengan baik, efektif, dan tidak saling bertabrakan.
Sederhananya, koordinasi adalah kerja sama yang teratur antar karyawan atau antar bagian perusahaan.
Dalam ilmu manajemen, koordinasi adalah proses mengintegrasikan kegiatan-kegiatan yang terpisah untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan Koordinasi
Menghindari tumpang tindih pekerjaan.
Mencegah kekosongan tugas
Mempercepat aliran informasi dan keputusan.
Menyelaraskan waktu antar departemen.
Mencapai efisiensi biaya dan tenaga.
Hambatan Koordinasi
Kurangnya komunikasi: Informasi tidak tersampaikan dengan jelas.
Ego antarbagian, Setiap bagian merasa paling penting, Perbedaan tujuan.
Kurangnya pemimpin yang tegas: Koordinasi menjadi tidak terarah.
Contoh: Atasan membiarkan konflik antarpegawai tanpa solusi.
Komunikasi organisasi merupakan proses penciptaan dan pertukaran pesan dalam hubungan mengatasi ketidakpastian lingkungan dan mencapai tujuan organisasi
Manajemen Actuating 10
Komunikasi alat membangun motivasi kerja. Tanpa komunikasi efektif, bisa menimbulkan salah persepsi.
Peran komunikasi:
Alat pengarahan : menyampaikan instruksi dan tujuan.
Media motivasi : memberikan umpan balik positif
Mekanisme koordinasi : menyelaraskan tugas antarbagian.
Jembatan resolusi konflik : menampung keluhan dan mencari solusi.
Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah proses penyampaian pesan antar individu / kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Jenis komunikasi dalam organisasi:
Vertikal (atasan dan bawahan)
Horizontal (antar rekan kerja)
Diagonal (lintas bagian/divisi)
Peran Komunikasi dalam Meningkatkan Motivasi
Memberikan kejelasan tujuan
Karyawan lebih termotivasi.
Memberikan umpan balik
Meningkatkan kepercayaan diri.
Memberikan apresiasi
Menciptakan rasa aman dan loyalitas.
Komunikasi sebagai Teknik Penggerakan. Sesuai CPMK.
Dalam konteks manajemen, komunikasi adalah alat utama untuk menggerakkan orang (actuating).
Tokoh Douglas McGregor menjelaskan bahwa cara pemimpin, memandang karyawan akan memengaruhi gaya komunikasi dan motivasi yang diberikan. Artinya: Komunikasi bukan hanya menyampaikan, tapi mendorong orang untuk bertindak
Teknik Komunikasi Efektif (Aplikatif)
Konsep AIDA
Konsep AIDA adalah model komunikasi persuasif, digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar tertarik dan akhirnya melakukan tindakan tertentu.
Kebutuhan adalah sesuatu yang dirasakan seseorang dan harus dipenuhi agar dapat hidup dengan baik serta mencapai tujuan tertentu.
Kepuasan kerja ,actuating 6
Contoh sederhana:
Mahasiswa membutuhkan ilmu, nilai yang baik, dan lingkungan belajar yang nyaman agar dapat mencapai prestasi akademik.
Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah perasaan senang yang dirasakan seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Contoh sederhana:
Seorang karyawan merasa puas ketika hasil kerja dihargai, mendapatkan gaji yang layak, dan bekerja dalam suasana yang nyaman.
Motivasi
Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk bertindak, berusaha, dan melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu..
Manfaat motivasi:
Meningkatkan semangat kerja, meningkatkan kinerja, mencapai tujuan lebih efektif, menggerakkan orang lain agar lebih aktif dan produktif.
Contoh
Seorang mahasiswa memiliki motivasi tinggi untuk mendapatkan nilai baik, maka akan lebih rajin membaca materi, aktif bertanya di kelas, dan serius mengerjakan tugas yang diberikan dosen.
Teori Motivasi Abraham Maslow
Motivasi merupakan kebutuhan manusia tersusun dalam bentuk hierarki atau tingkatan, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tertinggi.
Manfaat teori ini adalah membantu memahami, bahwa seseorang akan termotivasi bekerja jika kebutuhan pada tingkat tertentu telah terpenuhi.
Seorang karyawan sudah mendapatkan gaji cukup, lingkungan kerja positif, maka akan lebih termotivasi jika diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atau skill. Misalnya: Memimpin sebuah proyek.
Motivasi kerja adalah dorongan internal maupun eksternal seseorang mengerahkan kemampuan, waktu, dan energinya untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam konteks organisasi, motivasi menjadi kekuatan menggerakkan individu agar bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan pribadi maupun tujuan organisasi.
Konsep Motivasi Kerja
Menurut Abraham Maslow, motivasi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang tersusun dalam bentuk hierarki, mulai dari kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri. Sedangkan Frederick Herzberg membedakan faktor motivasi menjadi dua, yaitu faktor pemeliharaan (hygiene factors) dan faktor pendorong (motivators).
Dengan demikian, motivasi kerja dapat dipahami sebagai energi pendorong yang mepengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan perilaku seseorang dalam bekerja.
Tujuan Motivasi Kerja
Meningkatkan gairah kerja.
Mendorong produktivitas dan kinerja individu.
Membentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Menumbuhkan kepuasan kerja.
Tujuan organisasi efektif dan efisien.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Individu:
Meningkatkan rasa percaya diri.
Memberikan arah dan tujuan yang jelas.
Mengembangkan potensi diri.
Meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan dalam bekerja.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Organisasi:
Meningkatkan produktivitas.
Mengurangi tingkat absensi
Menciptakan lingkungan kerja positif.
Memperkuat loyalitas karyawan.
Hambatan Internal Motivasi Kerja. (Dari Dalam Diri)
Tidak Memiliki Tujuan Jelas. Seseorang tidak memiliki arah akan mudah kehilangan semangat. Tujuan kabur membuat usaha menjadi tidak fokus.
Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi. Jika kebutuhan dasar belum terpenuhi (misalnya rasa aman atau kebutuhan ekonomi), maka sulit untuk mencapai motivasi pada tingkat yang lebih tinggi.
Kejenuhan. Rutinitas kerja yang monoton dapat menyebabkan kejenuhan.
Hambatan Eksternal Motivasi Kerja (Dari Lingkungan)
Kepemimpinan Kurang Mendukung: Gaya kepemimpinan otoriter, kurang komunikasi, dan tidak memberi penghargaan dapat melemahkan motivasi bawahan.
Sistem Penghargaan Tidak Adil: Jika karyawan berprestasi tidak mendapatkan apresiasi yang layak, sementara yang kurang produktif diperlakukan sama, maka motivasi akan turun.
Lingkungan Kerja Tidak Kondusif: Konflik antarpegawai, suasana kerja tegang, atau fasilitas kurang memadai dapat menghambat semangat kerja.
Beban Kerja Berlebihan: Tuntutan kerja terlalu tinggi tanpa dukungan memadai menyebabkan stres.
Hambatan Motivasi pada Mahasiswa
Kuliah hanya karena tuntutan orang tua.
Kurangnya dukungan sosial.
Pengaruh pergaulan tidak produktif.
Metode pembelajaran kurang menarik.
Dampak Motivasi Jika Hambatan Tidak Diatasi Pada Mahasiswa
Mengapa Perilaku Kelompok Penting dalam Actuating?
Dalam fungsi manajemen, Actuating (penggerakan) adalah tahap di mana rencana benar-benar dijalankan. Pada tahap ini, manajer tidak lagi hanya menyusun strategi, tetapi menggerakkan individu menjadi kekuatan kolektif.
Manajemen Actuating 4 Indocakti Malang
Organisasi tidak berjalan oleh individu yang bekerja sendiri, melainkan oleh kelompok dan tim kerja. Oleh karena itu, memahami perilaku kelompok menjadi kunci dalam:
Meningkatkan efektivitas kerja
Mengelola konflik
Meningkatkan motivasi
Menciptakan sinergi tim
Perilaku Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih, berinteraksi, bergabung bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang Saling berinteraksi, Memiliki tujuan Bersama, Saling mempengaruhi, dan Memiliki struktur peran tertentu
Perilaku Kelompok adalah studi tentang bagaimana individu bertindak, bereaksi, dan berinteraksi ketika berada dalam satu wadah kolektif.
Konsep Dasar Perilaku Kelompok
Kelompok Formal : Dibentuk organisasi (misal: divisi pemasaran)
Kelompok Informal : Terbentuk secara alami (misal: kelompok diskusi mahasiswa)
Konsep Dasar: Sinergi dan Interdependensi
Sinergi: Tim kerja yang efektif menciptakan sinergi positif melalui koordinasi.
Interdependensi: Ketergantungan antar anggota. (Keberhasilan Si A dalam tim sangat dipengaruhi oleh kualitas kerja Si B).
Tahap Perkembangan Kelompok
Menurut Bruce Tuckman, kelompok berkembang melalui 5 tahap:
Forming : Tahap perkenalan, masih sopan
Storming : Mulai muncul konflik dan perbedaan, Mulai muncul gesekan ide, perebutan pengaruh, dan resistensi terhadap kontrol.
Norming : Mulai terbentuk norma dan kekompakan
Performing : Tim bekerja efektif, Tahap performa. Kelompok berfungsi penuh untuk menyelesaikan tugas.
FAS (Forum Arek Singgahan) Information Center, adalah wadah kebersamaan generasi desa yang berkomitmen membangun Desa Sanankerto - Kec. Turen - Kab. Malang, menjadi desa cerdas, terbuka, dan berdaya saing global melalui pendidikan, informasi, jejaring, dan penguatan sumber daya manusia, dengan semangat gotong royong serta kearifan lokal yang berakar pada identitas desa bambu.
FAS Information Center
Visi Misi dan Program Kerja FAS
Visi FAS:
Desa Cerdas, Terbuka, dan Berwawasan Global.
FAS Information Center
Misi FAS:
Membuka akses informasi pendidikan dan kerja
Menguatkan kemampuan bahasa asing
Membangun jejaring dan peluang global
Meningkatkan kualitas SDM desa secara berkelanjutan
FAS Information Center
Rumusan Program Kerja FAS Information Center
A. Program Akses Informasi Pendidikan & Kerja
Informasi Beasiswa & Kuliah: Update info beasiswa dalam dan luar negeri, Pendampingan pendaftaran
Klinik Karier & CV: Pelatihan membuat CV dan surat lamaran, Simulasi wawancara kerja
Info Lowongan Kerja Terupdate: Kerjasama dengan perusahaan lokal, Grup WA / Telegram informasi kerja
Seminar Edukasi Bulanan: Tema: Kampus, Karier, Digital Skill, Wirausaha
FAS Information Center
B. Program Penguatan Bahasa Asing
Kelas Bahasa Desa. (Inggris, Mandarin, Jepang) : Beginner – Intermediate, Speaking practice weekly
English Speaking Club: Diskusi santai tiap minggu, Public speaking practice
Pelatihan TOEFL / IELTS Dasar: Untuk persiapan beasiswa / kerja
Program Volunteer Native / Praktisi : Mengundang relawan bahasa (offline/online)
Banyak organisasi, perusahaan, Instansi, sibuk menyusun strategi, menetapkan target, dan merancang visi besar.
Namun sering kali lupa pada satu hal mendasar: strategi dijalankan oleh manusia. Tanpa perilaku individu yang selaras, strategi terbaik sekalipun hanya akan menjadi dokumen yang tersimpan rapi, tetapi tidak pernah benar-benar hidup dalam praktik organisasi/perusahaan.
Perilaku Individu dalam Organisasi
Kajian tentang bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku tersebut.
Mengapa Perilaku Individu Penting?
Persepsi yang salah terhadap tujuan organisasi / perusahaan,maka motivasi rendah, Sikap negatif, Tidak memiliki tanggung jawab, maka strategi sulit diimplementasikan.
Sebaliknya, ketika individu: Memahami perannya, Termotivasi untuk berkontribusi,
Memiliki sikap positif, Dan merasa dihargai, maka perusahaan akan bergerak secara kolektif menuju tujuan bersama.
Konsep Dasar Perilaku Individu
Aktivitas seseorang dalam lingkungan organisasi / perusahaan sebagai respon terhadap stimulus tertentu. Intinya, setiap orang membawa sesuatu yang berbeda ke perusahaan, mulai dari latar belakang, sifat, hingga ekspektasi.
Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: Kepribadian, Persepsi, Nilai dan sikap, Motivasi, Emosi, Pengalaman dan proses belajar.