Tampilkan postingan dengan label Perilaku Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perilaku Organisasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Motivasi dalam Komunikasi Organisasi

Konsep Dasar Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi merupakan proses penciptaan dan pertukaran pesan dalam hubungan mengatasi ketidakpastian lingkungan dan mencapai tujuan organisasi


Manajemen Actuating 10



Komunikasi alat membangun motivasi kerja. Tanpa komunikasi efektif, bisa menimbulkan salah persepsi.

Peran  komunikasi:

  1. Alat pengarahan : menyampaikan instruksi dan tujuan.
  2. Media motivasi : memberikan umpan balik positif
  3. Mekanisme koordinasi : menyelaraskan tugas antarbagian.
  4. Jembatan resolusi konflik : menampung keluhan dan mencari solusi.




Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah proses penyampaian pesan antar individu / kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Jenis komunikasi dalam organisasi:

  1. Vertikal (atasan dan bawahan)
  2. Horizontal (antar rekan kerja)
  3. Diagonal (lintas bagian/divisi)

Peran Komunikasi dalam Meningkatkan Motivasi

  1. Memberikan kejelasan tujuan
  2. Karyawan lebih termotivasi.
  3. Memberikan umpan balik
  4. Meningkatkan kepercayaan diri.
  5. Memberikan apresiasi
  6. Menciptakan rasa aman dan loyalitas.

Komunikasi sebagai Teknik Penggerakan. Sesuai CPMK.

Dalam konteks manajemen, komunikasi adalah alat utama untuk menggerakkan orang (actuating).

Tokoh Douglas McGregor menjelaskan bahwa cara pemimpin, memandang karyawan akan memengaruhi gaya komunikasi dan motivasi yang diberikan. Artinya: Komunikasi bukan hanya menyampaikan, tapi mendorong orang untuk bertindak

Teknik Komunikasi Efektif (Aplikatif)

Konsep AIDA
Konsep AIDA adalah model komunikasi persuasif, digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar tertarik dan akhirnya melakukan tindakan tertentu.

Minggu, 22 Februari 2026

Strategi Hebat Tidak Cukup: Peran Perilaku Individu dalam Organisasi.

Banyak organisasi, perusahaan, Instansi, sibuk menyusun strategi, menetapkan target, dan merancang visi besar. 
Namun sering kali  lupa pada satu hal mendasar: strategi dijalankan oleh manusia. Tanpa perilaku individu yang selaras, strategi terbaik sekalipun hanya akan menjadi dokumen yang tersimpan rapi, tetapi tidak pernah benar-benar hidup dalam praktik organisasi/perusahaan.



Perilaku Individu dalam Organisasi

Kajian tentang bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku tersebut.

Mengapa Perilaku Individu Penting?

Persepsi yang salah terhadap tujuan organisasi / perusahaan,maka motivasi rendah, Sikap negatif, Tidak memiliki tanggung jawab, maka strategi sulit diimplementasikan.





Sebaliknya, ketika individu: Memahami perannya, Termotivasi untuk berkontribusi,
Memiliki sikap positif, Dan merasa dihargai, maka perusahaan akan bergerak secara kolektif menuju tujuan bersama.

Konsep Dasar Perilaku Individu

Aktivitas seseorang dalam lingkungan organisasi / perusahaan sebagai respon terhadap stimulus tertentu. Intinya, setiap orang membawa sesuatu yang berbeda ke perusahaan, mulai dari latar belakang, sifat, hingga ekspektasi.

Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: Kepribadian, Persepsi, Nilai dan sikap, Motivasi, Emosi, Pengalaman dan proses belajar.

Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku

Faktor Internal (Karakteristik Biografis & Kepribadian):
  1. Usia & Jenis Kelamin: Mempengaruhi cara pandang terhadap risiko dan stabilitas.
  2. Kepribadian: Apakah dia seorang extrovert atau introvert yang fokus pada detail?
  3. Kemampuan (Ability): Kapasitas mental dan fisik seseorang untuk mengerjakan tugas.

Faktor Eksternal (Lingkungan):

Budaya organisasi, gaya kepemimpinan atasan, hingga sistem penghargaan (reward system) yang berlaku. Lingkungan kerja, Struktur organisasi.

Hakikat Motivasi Kerja: Mesin Penggerak Performa
Motivasi yaitu proses menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan individu untuk mencapai tujuan.

Tiga elemen kunci dalam motivasi:

  1. Intensitas: Seberapa keras seseorang berusaha.
  2. Arah: Apakah usaha sejalan dengan tujuan organisasi/perusahaan?
  3. Ketekunan: Seberapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya saat menghadapi kendala.