Sabtu, 07 Februari 2026

Saya Guru Seni Budaya: Mengajar dengan Hati, Mengabdi Sepenuh Jiwa

Hati Nurani Guru

Saya memulai perjalanan sebagai guru puluhan tahun lalu, di sebuah SMP Negeri, di Kab. Malang,  dengan mata pelajaran  Seni Budaya,  dengan satu keyakinan sederhana, yaitu  ingin bermanfaat. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Saat itu saya belum sepenuhnya memahami bahwa menjadi guru bukan hanya  mengajar mata pelajaran seni budaya, tetapi tentang menyertai perjalanan hidup anak-anak yang kelak tumbuh dengan jalannya masing-masing.





Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Di ruang kelas, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang kurikulum, tetapi tentang kehidupan. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Setiap siswa hadir dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang penuh canda. Ada yang percaya diri, ada pula yang ragu pada kemampuannya sendiri. Tugas saya bukan membandingkan, melainkan menemani dan menumbuhkan.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang




Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Sebagai guru seni budaya, saya melihat siswa tidak semata dari nilai angka. Saya melihat mereka dari keberanian mengekspresikan diri, dari goresan gambar, gerak tari, irama lagu, dan rasa yang mereka tuangkan. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang





Di sanalah saya percaya, seni bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan untuk mengenal diri dan menghargai orang lain


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang







Selama kurang lebih 34 tahun mengabdi, saya menyadari bahwa guru tidak hanya mentransfer ilmu. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Guru menanamkan nilai, sering kali tanpa disadari, tanpa disambut tepuk tangan, tanpa dicatat dalam laporan. Namun nilai itu tumbuh perlahan, diam-diam, dan suatu hari akan hidup dalam keputusan besar para murid.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Hubungan guru dan siswa tidak pernah sekadar formal. Di dalamnya ada tawa, kesabaran, teguran, kebanggaan, bahkan keharuan saat harus melepas mereka lulus. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Foto-foto bersama siswa bukan hanya dokumentasi kegiatan sekolah, tetapi jejak kebersamaan yang tak tergantikan.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Kini, masa tugas itu telah selesai. Kapur tidak lagi saya genggam setiap hari, papan tulis tak lagi saya hadapi. Namun saya tidak merasa berhenti menjadi guru. Karena sejatinya, guru tidak pernah benar-benar pensiun. 

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Guru tetap hidup dalam ingatan murid, dalam nilai yang mereka pegang, dan dalam cara mereka memandang kehidupan.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Mungkin suatu hari nanti, seorang murid akan tersenyum saat mengingat masa sekolah. Mungkin nama saya tak lagi disebut. 

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Namun jika ada satu nilai baik yang mereka bawa, satu rasa percaya diri yang tumbuh, atau satu kenangan hangat tentang sekolah, maka di sanalah saya merasa tugas itu tuntas.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Pensiun bukan akhir perjalanan seorang guru. Guru hanyalah tanda bahwa pengabdian telah ditanamkan. Dan selama kebaikan itu terus tumbuh, kenangan guru dan siswa akan tetap abadi,  melampaui ruang kelas dan waktu.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Guru: Lebih dari Sekadar Profesi

Guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Hadir bukan hanya untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi untuk membentuk manusia. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Di ruang kelas sederhana, seorang guru menanamkan nilai, karakter, rasa percaya diri, dan harapan masa depan.

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Selama puluhan tahun, guru berdiri di depan kelas dengan satu keyakinan: bahwa setiap anak punya potensi, dan tugas guru adalah menyalakan cahaya itu, bukan memadamkannya.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Tujuan Guru Mendidik: Menumbuhkan, Bukan Sekadar Mengajar

Mengajar bisa selesai dalam satu jam pelajaran, tetapi mendidik adalah proses seumur hidup.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Tujuan guru bukan hanya agar siswa bisa menjawab soal ujian, melainkan agar mereka:  berani bermimpi,  menghargai proses,  memahami makna kehidupan, dan mengenal nilai keindahan, khususnya dalam seni dan budaya.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Sebagai guru Seni Budaya, peran itu menjadi semakin istimewa. Seni mengajarkan kepekaan rasa, empati, kesabaran, dan cara melihat dunia dengan hati, bukan hanya dengan logika.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Tanggung Jawab Guru: Amanah yang Tak Pernah Ringan

Menjadi guru berarti memikul amanah besar. Bukan hanya bertanggung jawab pada kurikulum, tetapi juga pada masa depan manusia.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Guru, membimbing saat siswa ragu, menegur saat siswa keliru, menguatkan saat siswa jatuh, dan tetap percaya, bahkan ketika siswa belum percaya pada dirinya sendiri.

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Sering kali, perjuangan itu sunyi. Tak semua lelah terlihat, tak semua pengorbanan terdengar. Namun guru tetap melangkah, hari demi hari, tahun demi tahun.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Hubungan Guru dan Siswa: Lebih dari Ikatan Formal

Hubungan guru dan siswa bukan sekadar relasi akademik. Guru adalah hubungan manusia dengan manusia. 

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Di dalamnya ada, tawa di sela pelajaran, kesabaran menghadapi kenakalan,  kebanggaan melihat siswa berkembang, dan haru saat harus melepas mereka lulus.

Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Foto-foto bersama siswa bukan hanya dokumentasi, tetapi jejak kebersamaan, bukti bahwa pernah ada perjalanan yang ditempuh bersama.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Makna Guru Setelah Siswa Lulus

Saat siswa lulus, tugas administratif guru memang selesai. Namun makna guru tidak pernah berakhir. 


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Guru tetap hidup dalam cara siswa bersikap, dalam nilai yang mereka pegang, dalam kenangan tentang seseorang yang pernah percaya pada mereka.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Sering kali, nama guru baru disebut bertahun-tahun kemudian, saat murid telah dewasa, bekerja, berkeluarga, dan menyadari: Dulu, ada    "guru yang berjasa membentuk saya".


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang

Kenangan Abadi Guru dan Siswa

Pensiun bukan perpisahan, melainkan perubahan peran. Guru mungkin tak lagi berdiri di kelas, namun jejaknya tertinggal di ribuan langkah kehidupan murid-muridnya.  


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Kenangan itu abadi dalam foto-foto lama, dalam cerita yang dikenang,  dalam doa yang diam-diam terucap.


Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang



Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang


Dan bagi seorang guru sejati, melihat muridnya tumbuh menjadi pribadi yang baik  adalah penghargaan tertinggi yang tak tergantikan oleh apa pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar