Saya Guru Seni Budaya: Mengajar dengan Hati, Mengabdi Sepenuh Jiwa
Hati Nurani Guru
Saya memulai perjalanan sebagai guru puluhan tahun lalu, di sebuah SMP Negeri, di Kab. Malang, dengan mata pelajaran Seni Budaya, dengan satu keyakinan sederhana, yaitu ingin bermanfaat.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Saat itu saya belum sepenuhnya memahami bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar mata pelajaran seni budaya, tetapi tentang menyertai perjalanan hidup anak-anak yang kelak tumbuh dengan jalannya masing-masing.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di ruang kelas, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang kurikulum, tetapi tentang kehidupan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Setiap siswa hadir dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang penuh canda. Ada yang percaya diri, ada pula yang ragu pada kemampuannya sendiri. Tugas saya bukan membandingkan, melainkan menemani dan menumbuhkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sebagai guru seni budaya, saya melihat siswa tidak semata dari nilai angka. Saya melihat mereka dari keberanian mengekspresikan diri, dari goresan gambar, gerak tari, irama lagu, dan rasa yang mereka tuangkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di sanalah saya percaya, seni bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan untuk mengenal diri dan menghargai orang lain
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Selama kurang lebih 34 tahun mengabdi, saya menyadari bahwa guru tidak hanya mentransfer ilmu.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Guru menanamkan nilai, sering kali tanpa disadari, tanpa disambut tepuk tangan, tanpa dicatat dalam laporan. Namun nilai itu tumbuh perlahan, diam-diam, dan suatu hari akan hidup dalam keputusan besar para murid.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Hubungan guru dan siswa tidak pernah sekadar formal. Di dalamnya ada tawa, kesabaran, teguran, kebanggaan, bahkan keharuan saat harus melepas mereka lulus.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Foto-foto bersama siswa bukan hanya dokumentasi kegiatan sekolah, tetapi jejak kebersamaan yang tak tergantikan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Kini, masa tugas itu telah selesai. Kapur tidak lagi saya genggam setiap hari, papan tulis tak lagi saya hadapi. Namun saya tidak merasa berhenti menjadi guru. Karena sejatinya, guru tidak pernah benar-benar pensiun.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Guru tetap hidup dalam ingatan murid, dalam nilai yang mereka pegang, dan dalam cara mereka memandang kehidupan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Mungkin suatu hari nanti, seorang murid akan tersenyum saat mengingat masa sekolah. Mungkin nama saya tak lagi disebut.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Namun jika ada satu nilai baik yang mereka bawa, satu rasa percaya diri yang tumbuh, atau satu kenangan hangat tentang sekolah, maka di sanalah saya merasa tugas itu tuntas.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Pensiun bukan akhir perjalanan seorang guru. Guru hanyalah tanda bahwa pengabdian telah ditanamkan. Dan selama kebaikan itu terus tumbuh, kenangan guru dan siswa akan tetap abadi, melampaui ruang kelas dan waktu.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Guru: Lebih dari Sekadar Profesi
Guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Hadir bukan hanya untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi untuk membentuk manusia.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di ruang kelas sederhana, seorang guru menanamkan nilai, karakter, rasa percaya diri, dan harapan masa depan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Selama puluhan tahun, guru berdiri di depan kelas dengan satu keyakinan: bahwa setiap anak punya potensi, dan tugas guru adalah menyalakan cahaya itu, bukan memadamkannya.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Tujuan Guru Mendidik: Menumbuhkan, Bukan Sekadar Mengajar
Mengajar bisa selesai dalam satu jam pelajaran, tetapi mendidik adalah proses seumur hidup.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Tujuan guru bukan hanya agar siswa bisa menjawab soal ujian, melainkan agar mereka: berani bermimpi, menghargai proses, memahami makna kehidupan, dan mengenal nilai keindahan, khususnya dalam seni dan budaya.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sebagai guru Seni Budaya, peran itu menjadi semakin istimewa. Seni mengajarkan kepekaan rasa, empati, kesabaran, dan cara melihat dunia dengan hati, bukan hanya dengan logika.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Tanggung Jawab Guru: Amanah yang Tak Pernah Ringan
Menjadi guru berarti memikul amanah besar. Bukan hanya bertanggung jawab pada kurikulum, tetapi juga pada masa depan manusia.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Guru, membimbing saat siswa ragu, menegur saat siswa keliru, menguatkan saat siswa jatuh, dan tetap percaya, bahkan ketika siswa belum percaya pada dirinya sendiri.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sering kali, perjuangan itu sunyi. Tak semua lelah terlihat, tak semua pengorbanan terdengar. Namun guru tetap melangkah, hari demi hari, tahun demi tahun.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Hubungan Guru dan Siswa: Lebih dari Ikatan Formal
Hubungan guru dan siswa bukan sekadar relasi akademik. Guru adalah hubungan manusia dengan manusia.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di dalamnya ada, tawa di sela pelajaran, kesabaran menghadapi kenakalan, kebanggaan melihat siswa berkembang, dan haru saat harus melepas mereka lulus.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Foto-foto bersama siswa bukan hanya dokumentasi, tetapi jejak kebersamaan, bukti bahwa pernah ada perjalanan yang ditempuh bersama.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Makna Guru Setelah Siswa Lulus
Saat siswa lulus, tugas administratif guru memang selesai. Namun makna guru tidak pernah berakhir.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Guru tetap hidup dalam cara siswa bersikap, dalam nilai yang mereka pegang, dalam kenangan tentang seseorang yang pernah percaya pada mereka.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sering kali, nama guru baru disebut bertahun-tahun kemudian, saat murid telah dewasa, bekerja, berkeluarga, dan menyadari: Dulu, ada "guru yang berjasa membentuk saya".
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Kenangan Abadi Guru dan Siswa
Pensiun bukan perpisahan, melainkan perubahan peran. Guru mungkin tak lagi berdiri di kelas, namun jejaknya tertinggal di ribuan langkah kehidupan murid-muridnya.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Kenangan itu abadi dalam foto-foto lama, dalam cerita yang dikenang, dalam doa yang diam-diam terucap.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Dan bagi seorang guru sejati, melihat muridnya tumbuh menjadi pribadi yang baik adalah penghargaan tertinggi yang tak tergantikan oleh apa pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar