Jumat, 20 Maret 2026

Apa yang Sebenarnya Mendorong Seseorang untuk Bekerja dan Berprestasi?

Analisis Teori Kebutuhan dan Kepuasan Kerja

Kebutuhan
Kebutuhan adalah sesuatu yang dirasakan seseorang dan harus dipenuhi agar dapat hidup dengan baik serta mencapai tujuan tertentu.


Kepuasan kerja ,actuating 6


Contoh sederhana:

Mahasiswa membutuhkan ilmu, nilai yang baik, dan lingkungan belajar yang nyaman agar dapat mencapai prestasi akademik.

Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah perasaan senang yang dirasakan seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Contoh sederhana:

Seorang karyawan merasa puas ketika hasil kerja dihargai, mendapatkan gaji yang layak, dan bekerja dalam suasana yang nyaman.

Motivasi

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk bertindak, berusaha, dan melakukan  kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu..

Manfaat motivasi:

Meningkatkan semangat kerja, meningkatkan kinerja, mencapai tujuan lebih efektif, menggerakkan orang lain agar lebih aktif dan produktif.





Contoh

Seorang mahasiswa memiliki motivasi tinggi untuk mendapatkan nilai baik, maka akan lebih rajin membaca materi, aktif bertanya di kelas, dan serius mengerjakan tugas yang diberikan dosen.

Teori Motivasi Abraham Maslow

Motivasi merupakan kebutuhan manusia tersusun dalam bentuk hierarki atau tingkatan, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tertinggi.

Manfaat teori ini adalah membantu memahami, bahwa seseorang akan termotivasi bekerja jika kebutuhan pada tingkat tertentu telah terpenuhi.

Lima tingkatan Teori Maslow

  1. Kebutuhan fisiologis (makan, minum, istirahat)
  2. Kebutuhan keamanan (rasa aman dalam pekerjaan)
  3. Kebutuhan sosial (pertemanan dan kebersamaan)
  4. Kebutuhan penghargaan (pengakuan dan prestasi)
  5. Kebutuhan aktualisasi diri (mengembangkan potensi diri)

Contoh:

Seorang karyawan sudah mendapatkan gaji cukup, lingkungan kerja positif, maka akan lebih termotivasi jika diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atau skill. Misalnya: Memimpin sebuah proyek.

Teori Dua Faktor Herzberg

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Frederick Herzberg menjelaskan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor motivator dan faktor hygiene.

Manfaat teori Herzberg : tidak semua faktor kerja dapat memotivasi karyawan, karena ada faktor yang hanya mencegah ketidakpuasan.

Dua faktor teori Herzberg yaitu:
  1. Faktor Motivator: Faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja, seperti prestasi, pengakuan, tanggung jawab, dan peluang berkembang.
  2. Faktor Hygiene: Faktor mencegah ketidakpuasan kerja, seperti gaji, kondisi kerja, hubungan dengan atasan, dan kebijakan perusahaan.

Contoh:

Seorang karyawan tidak merasa puas karena gaji tinggi, tetapi bisa menjadi sangat termotivasi ketika diberi kesempatan untuk mengembangkan ide baru dalam pekerjaan.

Teori Kebutuhan McClelland

Teori motivasi David McClelland, motivasi seseorang dipengaruhi oleh tiga kebutuhan utama yaitu kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan hubungan sosial.

Manfaat teori McClelland: membantu pimpinan memahami karakter motivasi individu, sehingga dapat menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai.

Tiga kebutuhan teori McClelland yaitu:

  1. Kebutuhan, berprestasi: Dorongan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
  2. kebutuhan akan kekuasaan: Keinginan untuk mempengaruhi atau mengendalikan orang lain.
  3. kebutuhan hubungan sosial: Keinginan untuk memiliki hubungan yang baik dengan orang lain.   

Contoh:

Seorang karyawan memiliki kebutuhan prestasi tinggi, biasanya senang diberi target kerja yang menantang dan akan merasa puas jika berhasil mencapainya.

Teori motivasi dari Abraham Maslow, Frederick Herzberg, dan David McClelland sering disebut sebagai Teori Motivasi Klasik atau Teori Motivasi Berbasis Kebutuhan (Need-Based Motivation Theories).


Mengapa yang sering dibahas dari  tiga teori ini?

  1. Paling awal dan paling berpengaruh
  2. Mudah dipahami
  3. Menjadi dasar bagi teori motivasi modern
  4. Maslow melihat motivasi dari tingkatan kebutuhan manusia.
  5. Herzberg melihat motivasi dari kepuasan dan ketidakpuasan dalam pekerjaan.
  6. McClelland melihat motivasi dari kebutuhan psikologis individu.

Contoh analogi:

Menurut Maslow, mahasiswa belajar karena ingin mencapai kebutuhan tertentu (misalnya penghargaan atau prestasi);
Menurut Herzberg, mahasiswa termotivasi jika proses belajar memberikan kepuasan;
Menurut McClelland, mahasiswa belajar karena ingin berprestasi lebih tinggi dari teman-temannya.

Referensi Buku
Maslow, A. H. (1954). Motivation and Personality. New York: Harper & Row.
Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. (1959). The Motivation to Work. New York: John Wiley & Sons.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton: Van Nostrand.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. Pearson Education.
Luthans, F. (2011). Organizational Behavior. McGraw-Hill Education.

Link terkait materi actuating:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar