Rabu, 30 September 2026

Anggaran Penjualan: Berjualan Bukan Sekedar Berharap, Harus Ada Target

Memahami pengertian, tujuan, manfaat, keunggulan, anggaran penjualan dalam kehidupan sehari-hari maupun perusahaan.


Anggaran penjualan



Dalam kegiatan jual beli, baik dilakukan oleh perseorangan maupun perusahaan, penjualan tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Perlu ada perencanaan mengenai berapa produk yang akan dijual, berapa harga yang ditetapkan, dan berapa pendapatan yang diharapkan.

Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan adalah rencana penjualan jumlah barang atau jasa yang akan dijual dan nilai penjualannya dalam periode tertentu.
Anggaran penjualan menjadi dasar bagi penyusunan anggaran lain, seperti anggaran produksi, pembelian bahan, tenaga kerja, dan biaya operasional.





Contoh sederhana di masyarakat

Misalnya anda mempunyai usaha jualan nasi pecel. Dalam sehari diperkirakan: Terjual 50 porsi, Harga Rp15.000/porsi, Penjualan sehari = 50 × Rp15.000 = Rp.750.000. Jika berjualan 30 hari: 50 × Rp.15.000 × 30 = Rp.22.500.000
Disini anda dapat membuat anggaran penjualan sebesar Rp. 22,5 juta per bulan. Namun demikian, ini masih perencanaan atau perkiraan, karena penjualan bisa naik atau turun.

Tujuan Anggaran Penjualan

  1. Menentukan target penjualan dalam periode tertentu.
  2. Memperkirakan pendapatan.
  3. Menjadi dasar menyusun anggaran produksi dan operasional.
  4. Menentukan strategi penjualan dan pemasaran.
  5. Alat untuk mengendalikan penjualan.
  6. Membandingkan target dengan realisasi penjualan.

Manfaat Anggaran Penjualan

  1. Menetapkan target penjualan.
  2. Mengatur kebutuhan modal dan biaya.
  3. Menentukan jumlah produk yang harus disiapkan.
  4. Mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok.
  5. Memudahkan evaluasi kinerja penjualan.
  6. Pedoman bagi pemasaran, produksi, keuangan, dan pembelian.

Keunggulan Anggaran Penjualan

  1. Lebih terencana. Penjualan tidak hanya berdasarkan perkiraan.
  2. Lebih mudah dikendalikan. Target dapat dibandingkan dengan hasil nyata.
  3. Koordinasi. Bagian penjualan, produksi, keuangan dan lainnya mempunyai target yang sama.
  4. Pengambilan Keputusan. Perusahaan dapat menentukan apakah perlu meningkatkan promosi, menambah produk atau melakukan strategi lainnya.
  5. Mengurangi pemborosan. Produksi dan persediaan dapat disesuaikan dengan perkiraan permintaan.

Hal yang Mempengaruhi Anggaran Penjualan
Faktor internal

  1. Harga jual
  2. Kualitas produk
  3. Kapasitas produksi
  4. Persediaan
  5. Promosi
  6. Tenaga penjualan
  7. Modal perusahaan

Faktor eksternal

  1. Kondisi ekonomi
  2. Daya beli masyarakat
  3. Persaingan
  4. Selera konsumen
  5. Musim atau tren
  6. Kebijakan pemerintah
  7. Perubahan teknologi


Contoh:

Saat musim hujan, penjualan jas hujan meningkat. Saat musim liburan, penjualan tiket wisata, hotel dan makanan di tempat wisata  meningkat.
Anggaran penjualan harus melihat kondisi pasar, bukan hanya melihat keinginan

Contoh Anggaran Penjualan Perusahaan

Misalnya, perusahaan ABC menjual dua jenis produk, yaitu Produk A dan Produk B. Untuk bulan Januari, menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit Produk A, dengan harga Rp 50.000 per unit. Perkiraan penjualan Produk A adalah sebesar Rp50.000.000.
Sementara, Produk B ditargetkan terjual sebanyak 500 unit dengan harga Rp.75.000 per unit. Maka, perkiraan penjualan Produk B adalah sebesar Rp. 37.500.000.

Dengan demikian, total anggaran penjualan perusahaan ABC pada bulan Januari adalah sebesar Rp.87.500.000.

Setelah bulan Januari berakhir, perusahaan dapat membandingkan anggaran tersebut dengan hasil penjualan yang sebenarnya.
Jika realisasi penjualan hanya mencapai Rp.82.000.000, maka perusahaan dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab target belum tercapai, misalnya karena jumlah konsumen menurun, persaingan meningkat, promosi kurang efektif, atau faktor lainnya.

Dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa anggaran penjualan bukan hanya menentukan target, tetapi juga menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan pengendalian penjualan.

Contoh. Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari.

Misalnya mahasiswa ingin berjualan es teh di area kampus. Target: 40 gelas/hari, Harga Rp.5.000, 
Penjualan = 40 × Rp.5.000. = Rp.200.000/hari. Jika 25 hari: Rp.200.000 × 25 = Rp5.000.000

Jadi sebenarnya konsep anggaran penjualan tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar. Namun juga untuk penjualan kecil pun perlu target. Harus diingat, penjualan bukan besar usahanya, namun harus jelas perencanaanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar