Anggaran Produksi
Anggaran produksi adalah rencana jumlah produk yang harus diproduksi perusahaan dalam periode tertentu dalam memenuhi kebutuhan penjualan dan persediaan barang.
![]() |
| anggaran produksi |
Perusahaan harus menghitung berapa unit barang yang diproduksi untuk dijual agar pesanan terpenuhi.
Anggaran penjualan menentukan berapa jumlah unit barang yang akan dijual, sedangkan anggaran produksi menentukan berapa unit barang yang harus diproduksi.
Manfaat Anggaran Produksi.
- Mengatur jumlah produksi agar sesuai dengan kebutuhan penjualan.
- Menghemat biaya bahan baku, tenaga kerja, dan penggunaan mesin.
- Menghindari kekurangan barang ketika permintaan pelanggan meningkat.
- Menghindari penumpukan persediaan yang dapat menambah biaya penyimpanan.
- Memudahkan pengawasan terhadap kegiatan produksi perusahaan.
Tujuan Anggaran Produksi
Tujuan utama anggaran produksi adalah memastikan perusahaan memproduksi barang dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan biaya yang terkendali.
Dengan perencanaan yang baik, perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan, menggunakan sumber daya secara efisien, dan mendukung pencapaian keuntungan.
Faktor yang Dapat Menghambat Produksi
- Bahan baku sulit diperoleh, misalnya pemasok terlambat mengirim bahan.
- Kenaikan harga bahan baku, sehingga biaya produksi meningkat.
- Mesin rusak, yang menyebabkan proses produksi terhenti.
- Tenaga kerja terbatas, sehingga target produksi sulit tercapai.
- Perubahan permintaan pasar, misalnya penjualan meningkat di luar perkiraan.
- Keterbatasan modal, sehingga perusahaan tidak mampu membeli bahan baku yang dibutuhkan.
Hubungan Anggaran Produksi dengan Penjualan dan Persediaan
- Anggaran produksi berkaitan erat dengan anggaran penjualan, persediaan awal, dan persediaan akhir.
- Penjualan: Menentukan jumlah produk yang perlu disediakan untuk memenuhi permintaan pelanggan.
- Persediaan awal: Stok barang yang sudah tersedia sebelum produksi dimulai, sehingga mengurangi kebutuhan produksi.
- Persediaan akhir: Stok barang,setelah penjualan, menambah kebutuhan produksi.
- Jumlah produksi ditentukan oleh target penjualan, ditambah persediaan akhir yang diinginkan, kemudian dikurangi persediaan awal.
Rumus Menghitung Produksi.
Produksi = Penjualan + Persediaan Akhir − Persediaan Awal
Contoh Sederhana Anggaran Produksi
Misalnya, Anda pengusaha Sandal, merencanakan penjualan sebanyak 1.000 unit pada bulan November.
Anda juga menginginkan persediaan akhir sebanyak 100 unit, agar tersedia stok untuk awal bulan berikutnya. Saat ini, persediaan awal masih tersisa 200 unit.
Rumus anggaran produksi:
Jumlah produksi = Anggaran penjualan + Persediaan akhir yang diinginkan − Persediaan awal
Perhitungannya:
Jumlah produksi = 1.000 + 100 − 200
Jumlah produksi = 900 roti
Artinya, Anda i cukup memproduksi 900 unit sandal, karena masih memiliki persediaan awal sebanyak 200 unit sandal
Jika anda memproduksi 1.000 unit lagi, persediaan bisa berlebihan dan biaya produksi maupun penyimpanan menjadi kurang efisien.
Kesimpulan
Anggaran produksi membantu perusahaan menentukan jumlah barang yang harus diproduksi, berdasarkan rencana penjualan dan kebutuhan persediaan.
Produksi yang terlalu minim, dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan, sedangkan produksi yang terlalu besar, dapat menimbulkan penumpukan barang dan pemborosan biaya.
Produksi yang efektif, yaitu membuat barang dalam jumlah yang tepat sesuai kebutuhan pasar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar