Anggaran Bahan Baku: Menghitung Kebutuhan Produksi secara Sistematis
Dalam perusahaan, bahan baku merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyusun anggaran bahan baku agar kebutuhan bahan baku dapat direncanakan dengan baik, biaya terkendali, dan proses produksi berjalan lancar.
![]() |
| Belajar Anggaran bahan baku |
Pengertian Anggaran Bahan Baku
Anggaran bahan baku adalah rencana perusahaan memperkirakan jumlah dan biaya bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi selama periode tertentu.
Contoh:
Usaha roti perlu menghitung kebutuhan tepung, gula, telur, dan mentega untuk memenuhi target produksi.
Dengan perencanaan yang tepat, perusahaan dapat menghindari kekurangan maupun penumpukan bahan baku.
Tujuan Anggaran Bahan Baku
- Mengetahui jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi.
- Memperkirakan biaya pembelian bahan baku.
- Menjamin ketersediaan bahan baku sesuai jadwal produksi.
- Membantu perusahaan mengendalikan penggunaan bahan baku.
Manfaat Anggaran Bahan Baku
- Produksi lebih lancar: bahan baku tersedia saat dibutuhkan.
- Biaya lebih terkendali: perusahaan dapat memperkirakan dana yang diperlukan.
- Persediaan lebih teratur: mengurangi risiko bahan baku habis.
- Keputusan lebih tepat: membantu manajemen menentukan waktu dan jumlah pembelian bahan baku.
Hambatan dalam Penyusunan Anggaran Bahan Baku
- Harga bahan baku berubah-ubah.
- Permintaan konsumen sulit diprediksi.
- Pasokan bahan baku terlambat dari pemasok.
- Perhitungan kebutuhan bahan baku kurang akurat.
- Bahan baku rusak atau terbuang selama proses produksi.
Keunggulan Anggaran Bahan Baku
Membantu perusahaan merencanakan kebutuhan produksi secara sistematis, mengendalikan biaya, dan menggunakan persediaan secara efisien.
Perusahaan dapat mengurangi pemborosan, menjaga kelancaran produksi, serta mendukung pencapaian keuntungan.
Contoh Anggaran Bahan Baku:
Usaha roti merencanakan produksi 1.000 roti, membutuhkan 200 kg tepung. Persediaan awal 30 kg dan persediaan akhir yang diinginkan 50 kg, perusahaan harus membeli 220 kg tepung. Jika harga tepung Rp12.000 per kg, anggaran pembelian bahan baku adalah Rp.2.640.000.
Kesimpulan
Anggaran bahan baku bukan hanya menghitung berapa banyak bahan yang harus dibeli, tetapi juga memastikan bahan tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat.
Ibarat membuat kopi, jika kopi habis saat pelanggan datang, usaha bisa kehilangan penjualan dan pelanggan. Jika membeli kopi dalam jumlah besar, terlalu banyak, modal justru tertahan di persediaan. Oleh kaena itu bahan baku harus direncanakan dengan tepat agar produksi lancar dan keuntungan tetap terjaga.
Daftar Pustaka
- Nafarin, M. (2013). Penganggaran Perusahaan (Edisi ke-3). Jakarta: Salemba Empat.
- Susilowati, I. H., & Zuniarti, I. (2021). Penganggaran Perusahaan. Jakarta: Expert.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar