FORECASTING: DASAR PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAAN.
Forecasting
Forecasting adalah proses memperkirakan kondisi yang akan terjadi di masa depan berdasarkan data dan informasi yang tersedia.
Forecasting memprediksi kejadian di masa depan berdasarkan data historis, tren masa lalu, dan analisis faktor-faktor yang memengaruhi.
Dalam konteks bisnis, forecasting menjadi fondasi utama sebelum manajemen menyusun anggaran operasional, keuangan, maupun penjualan. Anggaran tidak akan akurat jika didasarkan pada asumsi kosong tanpa peramalan yang sistematis.
Dalam anggaran perusahaan, forecasting digunakan untuk memperkirakan hal-hal seperti:
- Berapa produk yang akan terjual;
- Berapa pendapatan yang akan diperoleh;
- Berapa bahan baku yang dibutuhkan;
- Berapa biaya yang harus disiapkan.
Secara sederhana, Forecasting sama dengan memperkirakan masa depan berdasarkan data masa lalu dan kondisi saat ini.
Contoh, jika penjualan kopi selama beberapa bulan terakhir terus meningkat, perusahaan dapat memperkirakan penjualan kopi pada bulan berikutnya.
Tujuan Forecasting
- Memperkirakan penjualan di masa depan.
- Menentukan kebutuhan produksi.
- Memperkirakan biaya dan pendapatan.
- Membantu penyusunan anggaran perusahaan.
- Mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
Manfaat Forecasting bagi Perusahaan
- Membantu menyusun anggaran. Perusahaan dapat menentukan berapa dana yang perlu disiapkan.
- Membantu menentukan jumlah produksi, Jika penjualan diperkirakan meningkat, produksi dapat ditingkatkan.
- Membantu mengendalikan persediaan. Perusahaan dapat memperkirakan jumlah bahan baku yang diperlukan.
- Membantu pengambilan keputusan. Manajemen mempunyai dasar informasi sebelum mengambil keputusan.
- Mengurangi risiko, Perusahaan lebih siap menghadapi perubahan permintaan pasar.
Contoh Forecasting dalam Kehidupan Sehari-hari
Forecasting sebenarnya sering kita lakukan tanpa sadar.
Misalkan anda setiap bulan mengeluarkan sekitar Rp1.000.000 untuk kebutuhan listrik, air, dan internet. Bulan depan diperkirakan kebutuhan tersebut tidak banyak berubah. Maka anda dapat memperkirakan, Pengeluaran bulan depan sebesar Rp. 1.000.000. Perkiraan tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan anggaran rumah tangga.
Jadi, Forecasting memperkirakan pengeluaran untuk menyusun anggaran.
Contoh Forecasting dalam Perusahaan
Misalnya sebuah usaha roti mempunyai data penjualan: Januari, sebesar 900 unit, Februari, sebesar 1.000 unit, Maret, sebesar 1.100 unit.
Terlihat penjualan mengalami peningkatan sekitar 100 roti setiap bulan.
Maka perusahaan dapat memperkirakan penjualan April, yaitu sebesar 1.200 roti
Jika perusahaan memperkirakan April akan menjual 1.200 roti, maka informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menyusun:
- Anggaran produksi
- Anggaran bahan baku
- Anggaran tenaga kerja
- Anggaran biaya
- Anggaran penjualan.
Forecasting harus mempunyai dasar.
- Data penjualan masa lalu
- Tren pasar
- Kondisi pasar
- Musim
- Kondisi ekonomi
Forecasting melihat kemungkinan masa depan, anggaran mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar