Kebutuhan adalah sesuatu yang dirasakan seseorang dan harus dipenuhi agar dapat hidup dengan baik serta mencapai tujuan tertentu.
Kepuasan kerja ,actuating 6
Contoh sederhana:
Mahasiswa membutuhkan ilmu, nilai yang baik, dan lingkungan belajar yang nyaman agar dapat mencapai prestasi akademik.
Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah perasaan senang yang dirasakan seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Contoh sederhana:
Seorang karyawan merasa puas ketika hasil kerja dihargai, mendapatkan gaji yang layak, dan bekerja dalam suasana yang nyaman.
Motivasi
Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang untuk bertindak, berusaha, dan melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu..
Manfaat motivasi:
Meningkatkan semangat kerja, meningkatkan kinerja, mencapai tujuan lebih efektif, menggerakkan orang lain agar lebih aktif dan produktif.
Contoh
Seorang mahasiswa memiliki motivasi tinggi untuk mendapatkan nilai baik, maka akan lebih rajin membaca materi, aktif bertanya di kelas, dan serius mengerjakan tugas yang diberikan dosen.
Teori Motivasi Abraham Maslow
Motivasi merupakan kebutuhan manusia tersusun dalam bentuk hierarki atau tingkatan, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tertinggi.
Manfaat teori ini adalah membantu memahami, bahwa seseorang akan termotivasi bekerja jika kebutuhan pada tingkat tertentu telah terpenuhi.
Seorang karyawan sudah mendapatkan gaji cukup, lingkungan kerja positif, maka akan lebih termotivasi jika diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atau skill. Misalnya: Memimpin sebuah proyek.
Motivasi kerja adalah dorongan internal maupun eksternal seseorang mengerahkan kemampuan, waktu, dan energinya untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam konteks organisasi, motivasi menjadi kekuatan menggerakkan individu agar bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan pribadi maupun tujuan organisasi.
Konsep Motivasi Kerja
Menurut Abraham Maslow, motivasi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang tersusun dalam bentuk hierarki, mulai dari kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri. Sedangkan Frederick Herzberg membedakan faktor motivasi menjadi dua, yaitu faktor pemeliharaan (hygiene factors) dan faktor pendorong (motivators).
Dengan demikian, motivasi kerja dapat dipahami sebagai energi pendorong yang mepengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan perilaku seseorang dalam bekerja.
Tujuan Motivasi Kerja
Meningkatkan gairah kerja.
Mendorong produktivitas dan kinerja individu.
Membentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Menumbuhkan kepuasan kerja.
Tujuan organisasi efektif dan efisien.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Individu:
Meningkatkan rasa percaya diri.
Memberikan arah dan tujuan yang jelas.
Mengembangkan potensi diri.
Meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan dalam bekerja.
Manfaat Motivasi Kerja Bagi Organisasi:
Meningkatkan produktivitas.
Mengurangi tingkat absensi
Menciptakan lingkungan kerja positif.
Memperkuat loyalitas karyawan.
Hambatan Internal Motivasi Kerja. (Dari Dalam Diri)
Tidak Memiliki Tujuan Jelas. Seseorang tidak memiliki arah akan mudah kehilangan semangat. Tujuan kabur membuat usaha menjadi tidak fokus.
Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi. Jika kebutuhan dasar belum terpenuhi (misalnya rasa aman atau kebutuhan ekonomi), maka sulit untuk mencapai motivasi pada tingkat yang lebih tinggi.
Kejenuhan. Rutinitas kerja yang monoton dapat menyebabkan kejenuhan.
Hambatan Eksternal Motivasi Kerja (Dari Lingkungan)
Kepemimpinan Kurang Mendukung: Gaya kepemimpinan otoriter, kurang komunikasi, dan tidak memberi penghargaan dapat melemahkan motivasi bawahan.
Sistem Penghargaan Tidak Adil: Jika karyawan berprestasi tidak mendapatkan apresiasi yang layak, sementara yang kurang produktif diperlakukan sama, maka motivasi akan turun.
Lingkungan Kerja Tidak Kondusif: Konflik antarpegawai, suasana kerja tegang, atau fasilitas kurang memadai dapat menghambat semangat kerja.
Beban Kerja Berlebihan: Tuntutan kerja terlalu tinggi tanpa dukungan memadai menyebabkan stres.
Hambatan Motivasi pada Mahasiswa
Kuliah hanya karena tuntutan orang tua.
Kurangnya dukungan sosial.
Pengaruh pergaulan tidak produktif.
Metode pembelajaran kurang menarik.
Dampak Motivasi Jika Hambatan Tidak Diatasi Pada Mahasiswa
Mengapa Perilaku Kelompok Penting dalam Actuating?
Dalam fungsi manajemen, Actuating (penggerakan) adalah tahap di mana rencana benar-benar dijalankan. Pada tahap ini, manajer tidak lagi hanya menyusun strategi, tetapi menggerakkan individu menjadi kekuatan kolektif.
Manajemen Actuating 4 Indocakti Malang
Organisasi tidak berjalan oleh individu yang bekerja sendiri, melainkan oleh kelompok dan tim kerja. Oleh karena itu, memahami perilaku kelompok menjadi kunci dalam:
Meningkatkan efektivitas kerja
Mengelola konflik
Meningkatkan motivasi
Menciptakan sinergi tim
Perilaku Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih, berinteraksi, bergabung bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang Saling berinteraksi, Memiliki tujuan Bersama, Saling mempengaruhi, dan Memiliki struktur peran tertentu
Perilaku Kelompok adalah studi tentang bagaimana individu bertindak, bereaksi, dan berinteraksi ketika berada dalam satu wadah kolektif.
Konsep Dasar Perilaku Kelompok
Kelompok Formal : Dibentuk organisasi (misal: divisi pemasaran)
Kelompok Informal : Terbentuk secara alami (misal: kelompok diskusi mahasiswa)
Konsep Dasar: Sinergi dan Interdependensi
Sinergi: Tim kerja yang efektif menciptakan sinergi positif melalui koordinasi.
Interdependensi: Ketergantungan antar anggota. (Keberhasilan Si A dalam tim sangat dipengaruhi oleh kualitas kerja Si B).
Tahap Perkembangan Kelompok
Menurut Bruce Tuckman, kelompok berkembang melalui 5 tahap:
Forming : Tahap perkenalan, masih sopan
Storming : Mulai muncul konflik dan perbedaan, Mulai muncul gesekan ide, perebutan pengaruh, dan resistensi terhadap kontrol.
Norming : Mulai terbentuk norma dan kekompakan
Performing : Tim bekerja efektif, Tahap performa. Kelompok berfungsi penuh untuk menyelesaikan tugas.
FAS (Forum Arek Singgahan) Information Center, adalah wadah kebersamaan generasi desa yang berkomitmen membangun Desa Sanankerto - Kec. Turen - Kab. Malang, menjadi desa cerdas, terbuka, dan berdaya saing global melalui pendidikan, informasi, jejaring, dan penguatan sumber daya manusia, dengan semangat gotong royong serta kearifan lokal yang berakar pada identitas desa bambu.
FAS Information Center
Visi Misi dan Program Kerja FAS
Visi FAS:
Desa Cerdas, Terbuka, dan Berwawasan Global.
FAS Information Center
Misi FAS:
Membuka akses informasi pendidikan dan kerja
Menguatkan kemampuan bahasa asing
Membangun jejaring dan peluang global
Meningkatkan kualitas SDM desa secara berkelanjutan
FAS Information Center
Rumusan Program Kerja FAS Information Center
A. Program Akses Informasi Pendidikan & Kerja
Informasi Beasiswa & Kuliah: Update info beasiswa dalam dan luar negeri, Pendampingan pendaftaran
Klinik Karier & CV: Pelatihan membuat CV dan surat lamaran, Simulasi wawancara kerja
Info Lowongan Kerja Terupdate: Kerjasama dengan perusahaan lokal, Grup WA / Telegram informasi kerja
Seminar Edukasi Bulanan: Tema: Kampus, Karier, Digital Skill, Wirausaha
FAS Information Center
B. Program Penguatan Bahasa Asing
Kelas Bahasa Desa. (Inggris, Mandarin, Jepang) : Beginner – Intermediate, Speaking practice weekly
English Speaking Club: Diskusi santai tiap minggu, Public speaking practice
Pelatihan TOEFL / IELTS Dasar: Untuk persiapan beasiswa / kerja
Program Volunteer Native / Praktisi : Mengundang relawan bahasa (offline/online)
Banyak organisasi, perusahaan, Instansi, sibuk menyusun strategi, menetapkan target, dan merancang visi besar.
Namun sering kali lupa pada satu hal mendasar: strategi dijalankan oleh manusia. Tanpa perilaku individu yang selaras, strategi terbaik sekalipun hanya akan menjadi dokumen yang tersimpan rapi, tetapi tidak pernah benar-benar hidup dalam praktik organisasi/perusahaan.
Perilaku Individu dalam Organisasi
Kajian tentang bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku tersebut.
Mengapa Perilaku Individu Penting?
Persepsi yang salah terhadap tujuan organisasi / perusahaan,maka motivasi rendah, Sikap negatif, Tidak memiliki tanggung jawab, maka strategi sulit diimplementasikan.
Sebaliknya, ketika individu: Memahami perannya, Termotivasi untuk berkontribusi,
Memiliki sikap positif, Dan merasa dihargai, maka perusahaan akan bergerak secara kolektif menuju tujuan bersama.
Konsep Dasar Perilaku Individu
Aktivitas seseorang dalam lingkungan organisasi / perusahaan sebagai respon terhadap stimulus tertentu. Intinya, setiap orang membawa sesuatu yang berbeda ke perusahaan, mulai dari latar belakang, sifat, hingga ekspektasi.
Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti: Kepribadian, Persepsi, Nilai dan sikap, Motivasi, Emosi, Pengalaman dan proses belajar.
Secara akademis, Actuating sering disebut sebagai Directing (Pengarahan) atau Leading (Memimpin). Ini adalah fungsi manajemen yang paling erat kaitannya dengan unsur manusia (The Human Element).
Actuating menggerakkan orang
Menurut George R. Terry : Actuating adalah usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.
Dalam Bahasa Praktisi: Actuating adalah seni membuat orang lain mau bekerja. Bukan karena terpaksa, tapi karena mereka termotivasi dan paham apa yang harus dilakukan.
Proses implementasi rencana menjadi tindakan nyata melalui bimbingan, instruksi, dan motivasi.
Actuating adalah fungsi manajemen yang berfokus pada menggerakkan, memotivasi, dan mengarahkan orang agar mau melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Actuating bukan sekadar memberi perintah, tetapi membangun kemauan, semangat, dan kesadaran dalam bekerja.
Peranan Actuating dalam Manajemen
Mengapa fungsi ini krusial? Karena rencana sebagus apapun di atas kertas tidak akan menjadi realitas tanpa eksekusi.
Peran utamanya meliputi:
Inisiator Tindakan: Mengubah konsep (rencana) menjadi aktivitas fisik dan mental.
Harmonisasi: Menyelaraskan tujuan individu karyawan dengan tujuan organisasi.
Perekat Organisasi: Melalui komunikasi dan kepemimpinan, actuating menyatukan berbagai departemen yang berbeda agar tidak berjalan sendiri-sendiri (silo mentality).
Tujuan Actuating
Menciptakan Kerjasama yang Efisien: Memastikan tim bekerja saling bahu-membahu, bukan saling sikut.
Mengembangkan Kapabilitas Karyawan: Melalui arahan yang benar, karyawan menjadi lebih terampil.
Menjaga Loyalitas dan Semangat Kerja (Morale): Menciptakan lingkungan di mana orang merasa dihargai sehingga angka turnover (keluar-masuk pegawai) rendah.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, desa tidak lagi cukup hanya menjadi ruang tinggal dan aktivitas ekonomi tradisional.
FAS Sanankerto Turen Malang
Desa dituntut menjadi ruang tumbuh pengetahuan, keterampilan, dan peluang bagi warga. Salah satu upaya strategis mulai dirintis di Desa Sanankerto Kec. Turen. Kabupaten Malang, melalui Forum Arek Singgahan (FAS) Adalah, pendirian Information Center sebagai pusat layanan informasi terpadu bagi masyarakat.
FAS Sanankerto Turen Malang
FAS Information Center adalah pusat informasi, berfungsi sebagai tempat pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran informasi yang dibutuhkan masyarakat secara terbuka, mudah diakses, dan berkelanjutan.
FAS Sanankerto Turen Malang
Informasi yang disediakan tidak hanya bersifat umum, tetapi juga strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
FAS Sanankerto Turen Malang
FAS Information Center berwawasan global berarti pusat informasi desa yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga membuka akses terhadap informasi pendidikan, bahasa, kerja, dan jejaring yang bersifat nasional hingga internasional. Dengan demikian, desa tetap berpijak pada nilai lokal, namun memiliki pandangan dan kesiapan global.
Saya memulai perjalanan sebagai guru puluhan tahun lalu, di sebuah SMP Negeri, di Kab. Malang, dengan mata pelajaran Seni Budaya, dengan satu keyakinan sederhana, yaitu ingin bermanfaat.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Saat itu saya belum sepenuhnya memahami bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar mata pelajaran seni budaya, tetapi tentang menyertai perjalanan hidup anak-anak yang kelak tumbuh dengan jalannya masing-masing.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di ruang kelas, saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang kurikulum, tetapi tentang kehidupan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Setiap siswa hadir dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, ada yang penuh canda. Ada yang percaya diri, ada pula yang ragu pada kemampuannya sendiri. Tugas saya bukan membandingkan, melainkan menemani dan menumbuhkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Sebagai guru seni budaya, saya melihat siswa tidak semata dari nilai angka. Saya melihat mereka dari keberanian mengekspresikan diri, dari goresan gambar, gerak tari, irama lagu, dan rasa yang mereka tuangkan.
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Bu. Yuri. SMP,N.2 Turen - Malang
Di sanalah saya percaya, seni bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan untuk mengenal diri dan menghargai orang lain
Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis, berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan identitas budaya lokal.
Workshop MCC Malang
Kota Malang sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur memiliki potensi pariwisata sangat besar, baik dari aspek wisata alam, budaya, edukasi, maupun ekonomi kreatif.
Workshop MCC Malang
Seiring dengan hal tersebut, pengabdian kepada masyarakat menjadi elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pariwisata.
Workshop MCC Malang
Melalui pengabdian, perguruan tinggi, lembaga, dan praktisi dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, memperbaiki tata kelola destinasi, serta mendorong pariwisata yang berkelanjutan.
Workshop MCC Malang
Workshop yang diselenggarakan di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya peranan pengabdian kepada masyarakat dalam menunjang sektor pariwisata daerah.
B. Workshop
Workshop adalah kegiatan pelatihan atau pembelajaran bersifat interaktif dan partisipatif, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat aktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, maupun praktik langsung.
Workshop MCC Malang
Workshop bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman peserta terhadap suatu topik tertentu secara mendalam dan aplikatif.
Manajemen adalah proses mengatur dan mengarahkan sumber daya (manusia, uang, waktu, dan sarana) agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Sederhananya, bisa dikatakan bahwa Manajemen, adalah mengatur orang dan pekerjaan supaya tujuan tercapai dengan baik.
Tujuan Manajemen
Mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya (manusia, waktu, dan biaya).
Menciptakan keteraturan dan koordinasi kerja dalam organisasi.
Meningkatkan kinerja dan produktivitas individu maupun tim.
Manfaat Manajemen
Pekerjaan menjadi lebih terarah dan terencana.
Mengurangi pemborosan waktu, tenaga, dan biaya.
Meminimalkan konflik dan tumpang tindih tugas.
Meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Sistem mutu adalah seperangkat kebijakan, prosedur, standar, dan proses yang disusun secara terencana dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan organisasi berjalan secara konsisten, efektif, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam konteks PPL, mahasiswa, sistem mutu menjadi dasar penyusunan SOP, agar pelaksanaan kerja di instansi tempat PPL berlangsung memiliki alur kerja yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Tujuan Sistem Mutu
Menjamin keseragaman proses kerja agar pelaksanaan kegiatan sesuai standar.
Meningkatkan kualitas layanan atau hasil kerja organisasi.
Mengurangi kesalahan, penyimpangan, dan pekerjaan yang tidak efisien.
Menjadi pedoman kerja yang jelas bagi seluruh pihak yang terlibat.
Mendukung pengendalian dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa PPL, tujuan sistem mutu adalah membantu memahami alur kerja nyata di lapangan dan menerjemahkannya ke dalam bentuk SOP yang sistematis.
3. Manfaat Sistem Mutu
Penerapan sistem mutu memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kerja.
Menjadikan proses kerja lebih terstruktur dan terdokumentasi.
Mempermudah pelatihan dan adaptasi bagi pegawai baru.
Menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Meningkatkan kepercayaan pengguna layanan terhadap organisasi.
Dibwah ini adalah contoh sederhana, laporan PPL untuk Bab IV, dikususkan untuk mahasiswa STIE Indocakti Malang - Jatim.
Contoh dibawah ini disusun secara sederhana, dan bisa dijadikan pedoman anda dan disesuaikan dengan obyek PPL anda.
Gunung Bromo selalu punya cara untuk membuat wisatawan berkali-kali berkunjung ke Bromo. Namun, ada yang berbeda. Jika biasanya hanya fokus pada kawah Bromo, kali ini perjalanan melalui Desa Ngadisari, Probolinggo, memberikan narasi baru tentang bagaimana pariwisata dikelola dengan hati, tradisi, dan inovasi.
Jalur Probolinggo menuju Ngadisari secara historis adalah jalur tertua dan paling nyaman. Keunggulannya kini semakin nyata:
Jalanan aspal yang mulus dan lebar memudahkan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
Medan relatif lebih bersahabat dibanding jalur lain, menjadikannya favorit bagi wisatawan keluarga.
Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat terasa, bukan hanya pemandu, tapi penjaga ekosistem pariwisata yang ramah dan terorganisir.
Desa Ngadisari, Desa di Atas Awan
Memasuki Ngadisari, Anda tidak hanya disambut udara dingin, tapi juga kehangatan senyum penduduk. Desa ini adalah rumah bagi Suku Tengger yang memegang teguh adat istiadat.
Desa Ngadisari, tertata rapi, bersih, dan sangat estetik untuk diabadikan dalam lensa kamera.
Kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam menjadi daya tarik tersendiri. Melihat warga mengenakan sarung khas Tengger adalah pemandangan yang memberikan kedamaian instan.
Daya Tarik yang Tak Pernah Padam
Bromo melalui pintu Ngadisari menawarkan keindahan visual:
Penanjakan & Kingkong Hill: Lokasi terbaik mengejar sunrise (matahari terbit) yang legendaris.
Lautan Pasir (Kaldera): Hamparan pasir luas yang membuat merasa berada di planet lain.
Pura Luhur Poten: Simbol spiritualitas di tengah kemegahan alam.
Kebangkitan Kuliner & Ekonomi Kreatif
Salah satu perkembangan paling menarik adalah menjamurnya pusat kuliner. Kini, Bromo bukan hanya soal pemandangan, tapi juga rasa:
Bermunculan kedai kopi modern dengan desain minimalis yang menghadap langsung ke lembah.
Transformasi Ngadisari adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, warga melalui Pokdarwis, dan kesadaran menjaga alam bisa menciptakan destinasi kelas dunia yang tetap membumi.
Pasar ini menjadi wadah bagi UMKM lokal mempromosikan berbagai produk makanan khas, jajanan tempo dulu, serta kerajinan masyarakat.
Suasana dibuat sederhana, alami, dengan dan penuh kehangatan sehingga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dari pasar modern.
Pasar Rakyat Boonpring Malang
Suasana Alami di Tengah Hutan Bambu
Salah satu keistimewaan pasar rakyat Boonpring adalah lokasinya berada di bagian kawasan wisata dan dikelilingi rimbunnya hutan bambu.
Suasana teduh, hembusan angin berdesir melewati batang bambu, serta cahaya matahari yang masuk menciptakan atmosfer ketenangan.
Pasar Rakyat Boonpring Malang
Berjalan menuju pasar ini seperti memasuki ruang alami yang sejuk. Inilah daya tarik terbesar Boonpring, sebagai perpaduan kuliner tradisional dengan keindahan alam yang masih asli.